Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Gubernur Jawa Tengah Perintahkan Percepatan Penanganan Longsor Cilibur, Jalan Vital dan Sekolah Harus Segera Ditangani

IMG 20260311 WA0082 scaled
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Siswa SMP Muhamadiyah 3 Paguyangan, saat meninjau lokasi longsor.(Foto Istimewa)

BREBES – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan percepatan penanganan dampak tanah longsor yang mengguncang Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Saat melakukan tinjauan langsung lokasi pada hari ini 11 Maret 2026 , Gubernur menegaskan bahwa akses jalan yang ambrol dan bangunan sekolah yang rusak tidak boleh mengganggu aktivitas sehari-hari warga serta proses belajar siswa.

Didampingi Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro, dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin, Gubernur menyaksikan langsung kondisi lokasi yang semakin memburuk akibat dua kali kejadian longsor.

Longsor pertama kali terjadi pada 1 Maret 2026 akibat hujan berintensitas tinggi yang membuat debit Sungai Longkrang melonjak dan menggerus tebing sungai, hingga menyebabkan kejenuhan tanah. Kondisi menjadi lebih parah setelah hujan deras kembali turun pada 8 Maret 2026, yang tidak hanya menghilangkan badan jalan penghubung antardesa dan antarkecamatan, namun juga merusak bagian dari SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan.

BACA JUGA:  MNCTV Tayangkan Partai Bigmatch Fafage Vamos FC Kalsel vs Pendekar United Jakarta

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut.

“Akses jalan ini adalah tulang punggung mobilitas warga, jadi harus segera dibikin. Teknisnya akan kita diskusikan bersama karena ini merupakan jalan kabupaten – kabupaten sudah menyiapkan alternatif, dan provinsi akan melakukan intervensi,” tegas Ahmad Luthfi saat memimpin rapat tindak lanjut di lokasi.

Henggar Budi Anggoro menjelaskan bahwa terdapat dua opsi penanganan jalan yang ambrol. Opsi pertama, merelokasi jalan dengan memanfaatkan lahan bengkok di sekitar lokasi.
Opsi kedua: Mempertahankan jalur eksisting dengan membangun talud penahan tebing sungai, meskipun kemungkinan membutuhkan pembongkaran gedung paling depan di sepanjang jalan.

Selain jalan, Gubernur juga menekankan pentingnya penanganan sekolah yang terdampak. Longsor menyebabkan kamar mandi sekolah roboh dan sebagian bangunan lain terancam runtuh, sehingga kegiatan belajar mengajar sementara dipindahkan ke gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah yang berjarak sekitar 200-300 meter.

BACA JUGA:  Rektor IAIN Langsa Serahkan Penghargaan Penulis Jurnal pada HAB Ke-80 Kemenag RI

“Anak-anak sekolah tidak boleh berhenti belajar. Jika ada kekurangan apapun, kepala sekolah harus segera melapor ke dinas terkait. Meskipun SMP termasuk kewenangan kabupaten, provinsi akan siap membantu,” ucap Gubernur.

Sementara Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, memastikan bahwa proses belajar tetap berjalan normal dengan 108 siswa yang tetap aktif mengikuti pelajaran. Pihak sekolah bersama Amal Usaha Muhammadiyah juga telah menyiapkan lokasi alternatif untuk relokasi sekolah secara permanen, yang usulannya sudah dilaporkan dan sedang menunggu pengecekan dari dinas terkait.

“Relokasi sangat penting agar anak-anak bisa belajar dengan aman tanpa khawatir akan risiko longsor susulan,” tambahnya.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *