LHOKSEUMAWE – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar workshop review kurikulum Program Studi Magister Ekonomi Syariah untuk mengevaluasi dan mengembangkan kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta tantangan ekonomi syariah di masa depan(28/10/26).
Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Aula Lantai 3 Gedung Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia, Dr. Harjoni Desky, M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan review kurikulum menjadi bagian penting dari upaya pengembangan program studi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan kurikulum tetap sesuai dengan perkembangan keilmuan ekonomi syariah.
Selanjutnya, Wakil Rektor I UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Iskandar, M.Si., menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi workshop review kurikulum tersebut.
Dalam sambutannya, Iskandar mengharapkan adanya dukungan, masukan, dan gagasan konstruktif dari seluruh peserta untuk menyempurnakan kurikulum Program Studi Magister Ekonomi Syariah. Menurutnya, pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan perubahan ilmu pengetahuan, dinamika sosial, serta kebutuhan dunia kerja.
Ia juga menekankan pentingnya bagi dosen untuk terus mengikuti perkembangan informasi dan isu-isu strategis yang berkaitan dengan pendidikan tinggi. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain itu, isu ekoteologi yang menjadi perhatian Menteri Agama turut disinggung dalam konteks pengembangan wawasan akademik. Isu tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam melihat hubungan antara nilai-nilai keislaman, tanggung jawab terhadap lingkungan, dan pengembangan keilmuan ekonomi syariah.
Hadirkan Pakar untuk Penguatan Kurikulum
Dalam paparannya, Prof. Dr. Azharsyah Ibrahim, S.E., Ak., M.S.O.M., menyampaikan bahwa kurikulum Magister Ekonomi Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe pada dasarnya telah memiliki fondasi akademik yang baik. Namun, penajaman profil lulusan perlu dilakukan agar lebih spesifik, terarah, dan terukur, sehingga terdapat keselarasan antara profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, dan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, kurikulum yang baik bukan sekadar memiliki banyak mata kuliah, tetapi harus mampu memastikan setiap mata kuliah berkontribusi nyata terhadap pembentukan kompetensi utama lulusan.
Lebih lanjut, Prof. Azharsyah menekankan bahwa kurikulum Magister Ekonomi Syariah perlu semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi kontemporer, terutama melalui penguatan digitalisasi, financial technology (fintech), kecerdasan buatan, analisis data ekonomi, serta inovasi keuangan syariah. Selain itu, kemampuan riset, berpikir kritis, dan pemecahan masalah perlu menjadi perhatian utama agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan ekonomi masyarakat serta berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi syariah di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Melalui forum ini, para peserta memiliki kesempatan untuk mendiskusikan arah pengembangan kurikulum, memperkuat relevansi materi pembelajaran, serta mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu disesuaikan dengan perkembangan ekonomi syariah.
Pembahasan kurikulum menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan magister karena berkaitan dengan penguatan kompetensi lulusan, pengembangan kemampuan analitis, serta peningkatan kapasitas akademik dalam menjawab persoalan ekonomi dan keuangan syariah.
Libatkan Dosen dan Alumni
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor, dekan, ketua program studi, sekretaris program studi, para dosen, serta alumni Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Keterlibatan berbagai unsur akademik dan alumni diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam proses evaluasi kurikulum. Masukan dari para pemangku kepentingan menjadi salah satu bahan penting untuk memastikan kurikulum yang dikembangkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia profesional.
Melalui pelaksanaan workshop ini, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe berupaya memperkuat kualitas pendidikan Program Studi Magister Ekonomi Syariah melalui evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan.
Hasil pembahasan dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan zaman, berlandaskan nilai-nilai Islam, serta mampu mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang ekonomi syariah.(man)








