SINGKIL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil berhasil imunisasi polio mencapai 100 persen, dari 31.887 sasaran semuanya telah diimunisasi.
Atas pencapaian tersebut Pemkab Aceh Singkil menerima penghargaan sebagai peringkat pertama pencapaian target pelaksanaan Sub Pin Pekan Imunisasi Nasional Polio.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Haryono, di Balai Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Aceh, di Banda Aceh, Senin (13/3/2023).
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Subarsono mengatakan, dengan segala upaya Pemkab Aceh Singkil berhasil Imunisasi Polio mencapai 100 persen.
“Alhamdulillah dengan segala upaya yang dilakukan tenggat waktu 12 sampai 19 Desember 2022 Aceh Singkil telah berhasil mencapai target 100 persen,” kata Subarsono, Selasa (14/3/2023).
Lebih lanjut, menurut Subarsono, keberhasilan tersebut berkat sejumlah strategi yang dilakukan petugas di lapangan. Diantaranya dengan memperbanyak pos imunisasi serta strategi “jemput bola” dimana petugas langsung datangi rumah sasaran.
Jumlah pos yang tersedia untuk melayani imunisasi polio di Aceh Singkil sebanyak 494. Terdiri dari Posyandu: 198, pos TK/ PAUD 179 dan pos SD/MI 117.
Strategi lain dengan melakukan sweeping yang dipimpin langsung Penjabat (Pj) Bupati Aceh Singkil bersama satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK).
“Sejak kick-off imunisasi polio tetes mulut outbreak response immunization (ORI) 12 Desember lalu kami melakukan berbagai upaya untuk mencapai target yang diinginkan. Misalnya dengan mendatangi rumah warga dan memperbanyak pos-pos Imunisasi,” jelas Subarsono.
Sementara itu Pj Bupati Aceh Singkil, Marthunis mengatakan, penghargaan ini merupakan kulminasi dari upaya bersama dari semua pihak dalam melakukan orkestrasi kegiatan imunisasi polio.
“Mulai dari Puskesmas, sekolah, Posyandu, kepala desa, camat, kepala SKPK hingga Forkopimda turut bertanggung jawab dan berkontribusi agar semua anak Aceh Singkil mendapatkan Imunisasi polio,” ucap Marthunis.
Lanjut Marthunis, pencapaian ini sebagai kepercayaan diri bahwa Aceh Singkil bisa menjadi yang terbaik dengan syarat kolaborasi dan upaya bersama dari semua pihak untuk mewujudkan masyarakat yang sehat.
“Penghargaan ini tidak seharusnya membuat kita berpuas diri, masih banyak permasalahan kesehatan yang masih terjadi di Aceh Singkil, seperti angka stunting dan angka kematian ibu dan bayi merupakan permasalahan yang masih memerlukan kerja keras untuk diminimalkan bahkan dinihilkan,” ujarnya.














