Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Jalan Kabupaten Dharmasraya Rusak Parah, Warga Protes dan Menunggu Tindakan Pemerintah

WhatsApp Image 2025 03 31 at 20.10.32
Kondisi Jalan Kabupaten Dharmasraya. (Foto; hariandaerah.com/Erman Ali).

DHARMASRAYA – Jalan penghubung tiga wilayah administratif, yakni Sumatera Barat, Jambi, dan Riau di Kabupaten Dharmasraya, masih berstatus sebagai jalan kabupaten. Padahal, jalan ini telah menjadi jalur utama sejak dibuka karena adanya program transmigrasi dan perkebunan oleh PT Surya Andalas Kencana.

Kini, jalan tersebut mengalami kerusakan parah hingga mendapat julukan “jalan berlubang.” Foto-foto kondisi jalan ini telah beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir, diunggah oleh berbagai akun di Instagram, Facebook, TikTok, dan platform lainnya.

Dalam unggahan tersebut, tampak kondisi jalan yang memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama bagi tiga kabupaten, tiga kecamatan, dan empat nagari ini dikhawatirkan bisa membahayakan para pengguna jalan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons dari Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terkait keluhan masyarakat. Mayoritas warga menyayangkan kondisi jalan yang sudah rusak selama lebih dari satu dekade tanpa perbaikan berarti.

Hasil pantauan wartawan pada Senin (31/3/2025) memperlihatkan bahwa kerusakan jalan dimulai dari perempatan Jorong Pulai, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, hingga area perkebunan SP.8 di Nagari Ranah Palabi, yang berbatasan dengan Kecamatan Timpeh dan Kecamatan Padang Laweh.

BACA JUGA:  Pemko Padang Sosialisasikan Perda Trantibum Baru, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota yang Tertib dan Nyaman

Di sepanjang jalan tersebut, hampir tidak ada aspal yang masih utuh. Sebagian besar jalan telah berlubang dengan diameter besar, bahkan ada yang memakan seluruh badan jalan.

Kerusakan terparah berada di Nagari Ranah Palabi, terutama pada tikungan tajam yang disebut warga sebagai “bengkolan maut.” Tikungan ini sangat berbahaya karena visibilitas yang rendah, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati untuk menghindari kecelakaan.

Di sekitar kawasan Pulai, genangan air menambah kesulitan bagi pengendara. Lubang-lubang yang besar dan badan jalan yang menyempit akibat aspal mengelupas semakin memperburuk kondisi.

Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan mereka terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa jalan ini sudah rusak bertahun-tahun, tetapi belum ada tindakan nyata dari pemerintah.

“Saat kampanye caleg tahun lalu hingga pemilihan bupati, kami selalu mempertanyakan kondisi jalan ini. Kami bahkan sempat menanam pohon pisang di lubang jalan sebagai bentuk protes, tetapi tetap tidak ada perbaikan,” ujarnya.

Warga lain menambahkan bahwa jalan ini sudah rusak sejak tujuh tahun lalu dan belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh.

BACA JUGA:  Diduga Sekelompok Orang Memakai Nama Yayasan Lajnah Khairiyah Musytarakah, Untuk Dapat Bantuan Replanting Sawit

“Anak saya pernah jatuh akibat kondisi jalan yang rusak. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya karena jalan ini merupakan akses utama yang dilalui ratusan kendaraan setiap hari,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Pj Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Dharmasraya, Andar Atmaja, membenarkan bahwa jalan kabupaten tersebut dalam kondisi rusak parah. Ia menyebut bahwa pihaknya sudah mengusulkan perbaikan melalui APBD setiap tahun, tetapi belum terealisasi.

“Kami selalu mengajukan anggaran untuk perbaikan, tetapi hingga kini belum bisa direalisasikan karena keterbatasan dana,” ungkapnya.

Andar Atmaja juga menambahkan bahwa perbaikan jalan ini memerlukan anggaran besar karena kerusakannya sudah masuk kategori berat.

“Jalan ini tidak bisa hanya ditambal, tetapi harus diremajakan sepenuhnya. Kami akan terus mengupayakan agar anggaran untuk perbaikan jalan ini bisa segera disetujui,” tegasnya.

Dengan kondisi jalan yang semakin memburuk, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum jatuh korban akibat kecelakaan di jalur ini.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *