Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Jelang Puasa Minyak Tanah Langka, Ada Apa?

ilustrasi-minyak-tanah
Ilustrasi Minyak Tanah. (Foto: trasmakuku.com)

SIMEULUE – Satu minggu menjelang bulan puasa, minyak tanah di sejumlah Desa dalam wilayah kabupaten Simeulue mulai langka di pangkalan dan di pasaran.

“Saya sudah empat hari ini kesulitan mencari minyak tanah di pangkalan maupun pengecer. Nampaknya ini kita kembali kejaman dulu,” ungkap Warga Desa Ganting saat bincang-bincang pagi dengan hariandaerah.com, Senin (04/03/2023).

Seharusnya, menjelang bulan puasa pihak Distributor (pihak ke dua) minyak tanah menyiapkan kebutuhan tersebut.

Bahkan, kelangkaan bahan bakar itu diprediksi akan lebih parah menjelang tradisi masyarakat Simeulue setiap penghujung Ramadhan.

Setiap penghujung Ramadhan warga membutuhkan minyak tanah dalam jumlah banyak untuk setiap rumah.

Penelusuran serta pantauan media hariandaerah.com  dilapangan dan sumber lainnya, ada dugaan oknum yang memainkan minyak tanah. Hal tersebut, berdasarkan laporan masyarakat yang diterima hariandaerah.com.

BACA JUGA:  Tangerang Bersyukur: Lautan Jamaah Larut dalam Doa di Malam Puncak HUT ke-393

Mulanya, masyarakat mendapat Minyak Tanah dalam jumlah 10 liter. Kemudian, bulan berikutnya menjadi 9 liter. Pada bulan November 2024, dari 9 liter tersebut dipangkas hingga 4 liter. Jadi, saat ini masyarakat hanya menerima 5 liter.

“Sebelumnya kami dapat 10 liter, kemudian 9 Liter. Anehnya, pada bulan November kami hanya dapat 5 liter lagi. Kemudian katanya masih ada tahap ke tiga, hingga saat ini belum juga ada minyak tanah nya,” kata salah seorang warga Desa Kuala Makmur yang tak ingin disebutkan namanya.

Ditempat terpisah, salah seorang warga yang tak ingin juga disebutkan nama dan Desa mengungkapkan bahwa, saat ini pihaknya sangat kesulitan mendapatkan minyak tanah.

BACA JUGA:  Sekda Jateng Tekankan Perubahan Paradigma LKPJ, Fokus pada Hasil Nyata dan Dampak Jangka Panjang

“Nefi suletne mandapekkan lanaya pak oi. Mina ere bani da telusuri tek sia berwajib maengtot lana ere (Sulit sekali mendapatkan minyak ini pak. Maunya, pihak yang berwajib menelusuri kemana minyak ini-Red),” ungkapnya.

Apalagi, tambahnya minyak tanah pasaran berbeda harga dengan agen. Harga dipasaran mencapai Rp8000 per liter.

“Rp8000 satu liter kalok di pasaran,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak media hariandaerah.com belum dapat menghubungi pihak-pihak yang terlibat satu persatu.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *