Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Kemendikbudristek Selenggarakan Bimtek PMM untuk Pengakuan SKS Mahasiswa

Kemendikbudristek
Kemendikbudristek, Sri Suning Kusumawardani. (Foto: Infopublik)

JAKARTA – Dalam upaya meningkatkan pelaksanaan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Mata Kuliah PMM. Kepala Program Studi dan Koordinator Perguruan Tinggi Penerima Program PMM Angkatan 3 menjadi peserta utama dalam kegiatan ini.

Pada saat yang bersamaan, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek, Sri Suning Kusumawardani, memberikan dorongan kepada perguruan tinggi untuk memberikan pengakuan hasil pembelajaran para mahasiswa yang mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), terutama melalui Program PMM, dalam bentuk satuan kredit semester (sks).

“Penting bagi kita untuk memastikan bahwa pelaksanaan program PMM berjalan dengan lancar dan optimal. Pengakuan sks menjadi salah satu pijakan penting dalam mengukuhkan hasil pembelajaran mahasiswa dalam Program PMM,” kata Sri Suning dalam keterangannya seperti dikutip dari Infopublik, Jumat (15/9/2023).

Program PMM sendiri merupakan salah satu program unggulan dalam kerangka kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi atau perguruan tinggi tempat mereka menempuh pendidikan.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Temukan Kenaikan Harga Daging Ayam, Siap Cari Solusi

Program PMM memfasilitasi mahasiswa untuk mengikuti pertukaran mahasiswa dalam negeri selama satu semester dari satu klaster pulau ke klaster pulau lainnya yang memberikan pengalaman kebinekaan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Modul Nusantara, mata kuliah, dan berbagai aktivitas terkait yang mendapatkan pengakuan hasil pembelajaran hingga 20 sks.

Dalam Bimtek ketiga yang digelar secara daring pada tanggal (13/9/2023), topik yang dibahas adalah kebijakan dan implementasi pengakuan sks. Kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai kebijakan dan langkah-langkah implementasi pengakuan sks yang akurat dan transparan. Harapannya, melalui kegiatan ini, akan terbangun diskusi positif di antara berbagai pemangku kepentingan terkait.

“Semoga ini menjadi langkah awal yang kokoh dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi di negeri ini,” tutur Sri.

BACA JUGA:  Pasca Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Kapolri Maksimalkan Penanganan Korban

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja, juga turut hadir dalam Bimtek ini. Ia berharap bahwa perguruan tinggi dapat menentukan langkah yang tepat terkait pengakuan sks sehingga setiap mahasiswa yang mengikuti Program PMM dapat merasakan manfaat maksimal dari program ini.

“Perlu kita apresiasi dengan memberikan sks agar mahasiswa tidak terlambat dalam kelulusannya. Penting juga untuk memastikan bahwa setiap sks yang diakui memiliki standar mutu yang konsisten melalui dialog dan pertukaran informasi,” tuturnya.

Peserta Bimtek, yang merupakan wakil rektor/wakil direktur bidang akademik dari PT Pengirim di Program PMM 3, diberikan berbagai materi mengenai alur, strategi, serta kebijakan-kebijakan yang bisa diimplementasikan oleh pihak perguruan tinggi ketika para peserta mahasiswa telah menyelesaikan program PMM.

Materi tersebut disampaikan oleh perwakilan dari Direktorat Belmawa dan Direktorat APTV Kemendikbudristek, termasuk tolak ukur untuk menentukan jumlah konversi sks yang akan diakui sebagai hasil belajar selama mahasiswa mengikuti Program PMM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *