JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes-RI) sebagai kabupaten/kota Bebas Frambusia. Kabupaten ini merupakan kabupaten/kota satu-satunya yang berasal dari Provinsi Aceh.
Penghargaan tersebut di berikan dan ditandatangani oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam rangka memperingati Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) Sedunia.
Pada kegiatan yang dilaksanakan di Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kemenkes RI menyerahkan sertifikat Bebas Frambusia kepada 103 Bupati/Walikota dan sertifikat Eliminasi Filariasis kepada 5 Bupati/Walikota yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Sertifikat penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI dan diterima langsung oleh Pj Bupati Nagan Raya.
Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, AP, S.Sos, M.Si mengungkapkan, terimakasih kepada Kemenkes RI yang telah memberikan penghargaan tersebut untuk kabupaten penghasil giok di Aceh. Selasa (20/2/2023).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan masyarakat Nagan Raya, saya mengucapkan terimakasih kepada Kemenkes RI yang telah memberikan penghargaan ini untuk Kabupaten Nagan Raya sebagai daerah yang bebas Frambusia,” kata Fitriany.
Fitriany Farhas menyampaikan, apresiasi kepada semua stakeholder yang terlibat antara lain tenaga kesehatan, masyarakat Nagan Raya dan semua pihak yang mendukung dalam mewujudkan bebas frambusia di kabupaten ini.
“Penghargaan ini tidak lepas dari keterlibatan Dinkes Nagan Raya, puskesmas, kader kesehatan, serta masyarakat yang terus mendukung program-program pemerintah, terutama program terkait kesehatan,” kata Fitriany.
Diketahui, frambusia yaitu penyakit kulit menular kronis. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan disebabkan oleh kuman protenema parteneu. Namun berkat upaya maksimal yang dilakukan, sejauh ini penyakit tersebut sudah jarang muncul. Bahkan, bertahun-tahun tidak ditemukan lagi kasus frambusia di Kabupaten Nagan Raya.
Fitriany menjelaskan, bahwa Pemkab Nagan Raya akan terus berbenah agar penyakit frambusia ini dapat ditangani dengan serius, dengan cara penanganan dini dan pencegahan penularannya.
“Penanganannya sama dengan penyakit menular lainnya. Surveilans akan terus kami lakukan. Sehingga jika ditemukan kasus frambusia bisa segera diobati,” ujar Fitriany.














