KOTA LANGSA – Kota Langsa melaksanakan seleksi kepada 138 peserta untuk Kafilah MTQ (Mushabaqah Tilawatil Qur’an) yang akan mengikuti MTQ Aceh XXVII Tahun 2025 di Kabupaten Pidie Jaya,
Seleksi yang berlangsung selama 2 hari tanggal 21 dan 22 Juni ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Langsa, Muhammad Haikal Alfisyahrin ST di Masjid Agung Darul Falah Kota Langsa.
Adapun 138 peserta yang terdiri dari 65 laki-laki dan 73 perempuan ini akan mengikuti 8 cabang musabaqah yaitu Tilawah, Qira’at, Hifzh Qur’an, Tafsir, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an, dan Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an, yang secara keseluruhan mencakup 24 golongan musabaqah.
Wakil Wali Kota Langsa Muhammad Haikal Alfisyahrin dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Kota Langsa beserta seluruh masyarakat mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada panitia yang telah melaksanakan acara ini dengan sangat baik.

“Kita pahami bersama Al-Qur’an adalah pedoman hidup, cahaya yang menerangi jalan kehidupan di dunia dan akhirat. Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipahami, diamalkan, dan disebarluaskan nilai-nilainya di tengah masyarakat,” ucap Muhammad Haikal, Sabtu (21/06/2025).
Di tengah derasnya arus globalisasi, kemajuan teknologi dan tantangan moral zaman ini, peran generasi muda yang cinta Al-Qur’an sangatlah penting. Mereka adalah benteng moral bangsa yang akan menjaga nilai-nilai keislaman yang luhur di tengah masyarakat yang semakin majemuk.
“Jadikan momen ini bukan hanya sebagai ajang lomba, melainkan juga kesempatan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, saling menginspirasi, dan membangun semangat dakwah yang damai, sejuk, dan penuh hikmah,” pinta Haikal didepan peserta.
Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat Kota Langsa untuk terus mendukung pembinaan Al-Qur’an di segala tingkatan, mulai dari rumah tangga, Mesjid, Dayah, Madrasah, hingga lingkungan pergaulan. Al-Qur’an adalah sumber kekuatan bagi peradaban bangsa kita.
“Berkompetisilah dengan semangat ukhuwah, tunjukkan kemampuan terbaik kalian, namun tetap tawadhu’ dan ikhlas. Jadikan MTQ sebagai sarana meningkatkan kualitas diri, baik dalam bacaan maupun dalam pengamalan,” harap Haikal Alfisyahrin mengakhiri.














