BREBES – Komunitas Peduli Sungai (KPS) Masjaka Babakan Kabupaten Brebes menggelar aksi demonstrasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ketanggungan, pada Kamis (26/03/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas seringnya banjir limpas melanda Sungai Babakan, yang terus mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerugian besar.
Menurut kordinator aksi, Ketua KPS Masjaka Babakan, Mahfudin, banjir yang terjadi hampir setiap musim hujan telah menjadi momok bagi warga di wilayah Kecamatan Ketanggungan. “Kita sudah lama merasakan dampaknya. Banjir pada Rabu (25/3) malam lalu bahkan lebih parah, merendam hingga ratusan rumah dan melumpuhkan jalur lalu lintas penting,” ucapnya di lokasi aksi.
Banjir yang dipicu hujan deras sejak sore hari menggenangi lima desa yaitu Cikeusal Lor, Buara, Karangmalang, Padakaton, dan Ketanggungan. Ketinggian air berkisar 20 hingga 100 cm, bahkan mencapai setinggi dada orang dewasa di beberapa titik. Selain merendam hunian, banjir juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan dan jembatan yang memutus akses ke Desa Buara, serta membuat 13 ekor kambing terbawa arus.
Mahfudin menilai kinerja Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Sisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, ST., M.M., M.T., dalam menangani permasalahan banjir tergolong “lemot”. Padahal, Bupati Brebes telah meminta percepatan proses normalisasi sungai pada awal bulan ini, namun hingga saat ini belum ada tindakan nyata.
Selain persoalan teknis di lapangan, KPS Masjaka juga menyoroti, transparansi penggunaan anggaran yang mencapai lebih dari Rp200 miliar. Anggaran tersebut dikabarkan telah dialokasikan untuk program normalisasi Sungai Babakan, namun warga belum melihat adanya realisasi pengerukan yang signifikan.
“Kita menuntut agar Dwi Agus Kuncoro dicopot dari jabatannya. Selama 5 tahun terakhir masyarakat terus menderita, Sungai Babakan tidak pernah dinormalisasi,” tegas Mahfudin. Komunitas juga mendesak agar pengerukan sungai dilakukan segera.
Pada 7 Maret lalu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma telah mengundang pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk membahas percepatan penanganan banjir melalui program normalisasi sungai. Namun, hingga kini belum ada kabar konkret mengenai pelaksanaannya.
Sampai saat ini, pihak BBWS Cimanuk Sisanggarung belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi demonstrasi dan tuntutan yang diajukan KPS Masjaka Babakan.









