Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Masjid Senilai Rp 1,3 Miliar di RSUD Teungku Peukan Terancam Terbengkalai

Masjid ini didanai oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Teungku Peukan dengan tujuan memberikan fasilitas ibadah bagi pasien, keluarga pasien, serta pegawai rumah sakit.

IMG20250123122555 scaled e1737624065113
Bangunan masjid kompleks RSUD Teungku Peukan yang terkesan terbengkalai

Aceh Barat Daya – Proyek pembangunan Masjid Baitul Syifa yang berlokasi di kompleks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan hingga kini masih jauh dari kata selesai.

Proyek senilai Rp 1,3 miliar tersebut, yang mulai direncanakan pada tahun 2023, kini terancam menjadi bangunan terbengkalai.

Masjid ini didanai oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Teungku Peukan dengan tujuan memberikan fasilitas ibadah bagi pasien, keluarga pasien, serta pegawai rumah sakit.

Namun, meski memiliki alokasi anggaran yang besar, pengerjaan proyek ini belum menunjukkan perkembangan signifikan, bahkan setelah kontrak kerja berakhir pada pertengahan Desember 2023 lalu.

Masyarakat sekitar dan para pegawai rumah sakit mulai mempertanyakan kejelasan proyek ini.

Salah seorang warga menyampaikan keprihatinannya atas kondisi pembangunan masjid yang tak kunjung selesai.

“Masjid ini seharusnya menjadi fasilitas penting untuk menunjang kebutuhan ibadah, terutama bagi pasien dan keluarganya, juga pegawai rumah sakit. Namun sampai sekarang kondisinya masih jauh dari selesai,” ujarnya.

Pembangunan Masjid Baitul Syifa direncanakan memiliki luas 16×15 meter persegi dengan total anggaran mencapai Rp 1,4 miliar.

Pendirian masjid ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan akan tempat ibadah, terutama sholat berjamaah dan sholat Jumat, di kawasan rumah sakit.

BACA JUGA:  Patroli di Area SPBU: Polres Lhokseumawe Jaga Keamanan Masyarakat

Namun, hingga saat ini, progres pengerjaannya tidak sesuai dengan target, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Pihak RSUD Teungku Peukan sebelumnya menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan rumah sakit, terutama dalam menyediakan fasilitas ibadah.

Direktur UPTD RSUD Teungku Peukan, dr. Aris Fazeriandy, M.Ked (Ped), Sp.A, pernah menyampaikan bahwa masjid ini adalah kebutuhan yang mendesak untuk para keluarga pasien.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya kendala serius dalam pelaksanaan proyek ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak RSUD terkait alasan keterlambatan pembangunan maupun langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan masjid tersebut.

Berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pegawai rumah sakit, mendesak pihak RSUD untuk segera memberikan penjelasan mengenai situasi ini.

Transparansi dianggap sebagai langkah awal yang penting untuk menghindari kecurigaan terhadap pengelolaan dana proyek tersebut.

“Dengan anggaran sebesar ini, harusnya masjid sudah rampung dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami butuh kejelasan, jangan sampai dana besar ini menjadi sia-sia,” kata seorang pegawai rumah sakit yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA:  Sekcam Singkep Selatan Bersama Anggota PKK Panen Perdana Terong dan Kangkung

Harapan masyarakat adalah agar pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pembangunan masjid ini dapat selesai sesuai rencana.

Percepatan pengerjaan menjadi tuntutan utama, mengingat masjid ini akan menjadi salah satu fasilitas vital di RSUD Teungku Peukan.

Keberadaan Masjid Baitul Syifa nantinya diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual para pasien dan keluarganya, tetapi juga meningkatkan citra rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang peduli terhadap kebutuhan spiritual masyarakat.

Dengan tingginya nilai proyek, transparansi penggunaan dana dan progres pengerjaan menjadi perhatian publik.

“Jika tidak segera ditangani, kekhawatiran bahwa masjid ini akan menjadi proyek mangkrak semakin sulit dihindari,” sebut salah seorang keluar pasien lainnya.

Hingga kini, masyarakat masih menanti langkah nyata dari pihak RSUD untuk mengatasi keterlambatan proyek tersebut dan menyelesaikannya sesuai dengan tujuan awal pembangunannya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *