Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pangdam IM Instruksikan Babinsa Kawal Ketat Program MBG di Aceh

WhatsApp Image 2025 09 29 at 15.41.26
Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo saat menyampaikan instruksi kepada Babinsa untuk mengawal ketat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banda Aceh, Senin (29/9/2025). (Foto: Pendam IM).

BANDA ACEH – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., menginstruksikan seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) di jajaran Kodam IM untuk aktif memantau dan mendampingi pelaksanaan dapur sehat Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah masing-masing. Instruksi tersebut disampaikan Pangdam IM di Banda Aceh, Senin (29/9/2025).

Program MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang mulai berjalan sejak 6 Januari 2025. Program ini menyasar anak usia PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui, dengan tujuan meningkatkan pemenuhan gizi sejak dini demi melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Namun, pelaksanaan program ini tidak lepas dari tantangan. Hingga September 2025, lebih dari 5.000 kasus keracunan massal akibat MBG tercatat di berbagai daerah, termasuk kasus terbesar di Bandung Barat yang menimpa 1.333 pelajar. Kondisi ini memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan program.

BACA JUGA:  Tiga Kurir Sabu Ditangkap di Bandara SIM, 5 Kg Barang Bukti Diamankan

Menanggapi hal itu, Pangdam IM menekankan pentingnya pengawasan melekat dari Babinsa agar dapur sehat berjalan aman, higienis, dan tepat sasaran.

“Saya perintahkan kepada seluruh Babinsa untuk turun langsung memantau dapur sehat di wilayah binaan masing-masing. Pastikan pengolahan, penyajian, hingga distribusi makanan sesuai standar kesehatan. Jangan sampai ada kelalaian yang merugikan anak-anak kita,” tegas Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.

Ia juga mengingatkan pengelola dapur sehat MBG agar disiplin menjaga kebersihan, memastikan bahan makanan segar, dan mengolahnya dengan standar higienitas tinggi.

“Makanan yang diberikan harus fresh, bergizi seimbang, dan diolah sesuai standar. Ingat, sekali lalai bisa berdampak buruk pada ribuan anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pangdam IM menegaskan peran Babinsa bukan hanya mengawasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan pihak sekolah.

BACA JUGA:  Pangdam IM Terima Audiensi Regional CEO BSI Aceh, Bahas Sinergi dan Pembangunan Daerah

“Babinsa harus aktif memberikan arahan dan sosialisasi, bukan sekadar mengawasi. Dengan begitu, standar keamanan pangan terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG semakin kuat,” tambahnya.

Ia berharap, pendampingan ketat Babinsa dapat mencegah kasus keracunan massal terjadi di Aceh. Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat, termasuk TNI.

“Harapan saya, Aceh bisa menjadi contoh sukses pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Dengan kerja sama semua pihak, kita tidak hanya mencegah keracunan, tetapi juga benar-benar meningkatkan kualitas gizi anak bangsa demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *