Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Parah !, Lulus dari SMK Ma’arif Banyumas Pringsewu Jadi Sengsara, Alumni : Minta Legalisir Bayaran Harus Lunas Dulu

Parah !, Lulus dari SMK Ma'arif Banyumas Pringsewu Jadi Sengsara, Alumni : Minta Legalisir Bayaran Harus Lunas Dulu images 21
SMK Ma'arif Banyumas Pringsewu. (Ist)

PRINGSEWU – Keluhan penahanan ijazah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK ) Ma’arif Banyumas Pringsewu kembali bertambah dua orang, Kamis (1/2/24).

Sebelumnya Hariandaerah.com berhasil mencat sebanyak 32 orang alumni siswa.

Bahkan diperkirakan ratusan ijazah alumni di SMK tersebut ditahan pihak sekolah.

Kali ini keluhan disampaikan oleh Diro Pratigo dan Diana Ari Pratiwi, warga Banyumas Kabupaten Pringsewu Lampung.

Alumni 2022 ini menyebut pihak sekolah SMK Ma’arif Banyumas sama sekali tidak memberi tolerir kepada siswanya ketika lulus tetapi menunggak pembayaran.

BACA JUGA:  Parah!, KPU Pringsewu Belum Bayar Angkutan Logistik Pemilu 2024, Pengusaha Ekspedisi Menjerit

Lantaran belum mampu bayar uang SPP serta uang perpisahan, pihak sekolah tidak memberi kebijakan yang berpihak kepadanya.

Bahkan parahnya lagi, pihak sekolah hanya memberikan surat tanda lulus, kemudian berkeberatan memberi fotocopy legalisir untuk keperluannya melamar pekerjaan.

Diro mengaku kesulitan untuk mencari pekerja. Lantaran ijazah masih tertahan. Akhirnya ia memilih pekerjaan dengan upah dibawah standar minimum akibat tidak memiliki ijazah sebagai syarat.

Sebelumnya dirinya berniat untuk bekerja pada perusahaan swasta lantaran bisa menerima gaji maksimum.

Diro mengungkap hampir 50% ijazah se -alumninya yang ditahan oleh pihak sekolah.

BACA JUGA:  Parah!, KPU Pringsewu Belum Bayar Angkutan Logistik Pemilu 2024, Pengusaha Ekspedisi Menjerit

” Saya berharap kejadian ini tidak dialami oleh siswa yang lainnya. Kepada para orang tua agar dapat memilih sekolah yang kebijakannya lebih berpihak kepada siswanya, “tutur Diro Pratigo.

Sementara itu Diana Ari Pratiwi mengungkapkan hal yang sama. Dirinya mengaku alumni tahun 2023.

Lantaran hanya belum membayar tunggakan SPP selama 3 bulan, pihak sekolah menahan Ijazah tanpa memberi toleransi sedikitpun kepadanya.

“Setelah lulus rencananya saya mau kuliah namun tidak punya ijazah, akhirnya saya bekerja di rumah makan, ” ungkap Diana. (Davit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *