Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Partai Gabthat Warnai Setiap Sudut Banda Aceh

Partai Gabthat
Bendera Partai Gabthat nomor urut 19 berkibar di setiap sudut Banda Aceh, menampilkan lambang kalimah tauhid dengan bacaan Laila Haillallah Muhammaddarrasullallah. Ini merupakan Pengibaran Perdana sebagai bagian dari upaya sosialisasi menjelang Pemilu 2024. (Foto: hariandaerah/Irwansyah)

BANDA ACEH – Bendera Partai Gabthat nomor urut 19 berkibar di setiap sudut Banda Aceh, menampilkan lambang kalimah tauhid dengan bacaan Laila Haillallah Muhammaddarrasullallah. Ini merupakan Pengibaran Perdana sebagai bagian dari upaya sosialisasi menjelang Pemilu 2024.

Tgk Ridwan M. Nur, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kota Banda Aceh, menjelaskan bahwa pengibaran bendera Partai Gabthat adalah langkah untuk memperkenalkan partai ini kepada warga Kota Banda Aceh sebagai partai politik lokal yang baru muncul.

“Ini langkah untuk memperkenalkan Partai Gabthat, ke rakyat Kota Banda Aceh. Bahwa ini salah satunya Partai Politik Lokal yang baru lahir,” katanya, Jum’at (20/11/2023).

BACA JUGA:  Disbudpar Aceh: Seni Kontemporer Akan Meriahkan PKA Ke-8

Menurut Tgk Rizwan, Partai Gabthat memiliki konsep yang mengusung tujuan rakyat Aceh sesuai dengan akidah Islam, dengan dasar ideologi yang berpusat pada keyakinan kepada Allah, mengikuti ajaran Nabi Muhammad, serta pedoman dari Al Qur’an, Hadist, dan kesepakatan ulama. Ia menekankan bahwa konsep ini sejalan dengan semangat perjuangan yang telah ada sebelumnya di Aceh.

BACA JUGA:  Aceh Siapkan Venue 100 Persen Untuk PON XXI 2024

“konsep tersebut pantas di perjuangan oleh rakyat Aceh, dari dulu yang di perjuangkan oleh Indatu Bangsa Aceh. Keberadaan Partai Gabthat, sebagai penyambung lidah perjuangan dahulu,” ucapnya.

Tgk Ridwan juga mengajak Rakyat Aceh untuk tidak ragu-ragu terhadap Partai Gabthat dan mengajak mereka untuk bersama-sama memperjuangkan kejayaan Islam di Aceh. Ia menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya milik mereka, melainkan sebuah langkah bersama untuk kemajuan Islam di tanah Aceh yang dicintai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *