LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus berupaya memperkuat penanganan banjir melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung dan DPRD Provinsi Lampung.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Selatan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir yang merendam permukiman warga dan lahan pertanian. Banjir tersebut diduga terjadi akibat jebolnya tanggul di empat desa, yaitu Desa Bandan Hurip, Desa Palas Pasemah, Desa Pematang Baru, dan Desa Sukaraja, yang mengakibatkan ribuan hektare sawah terendam.
Menanggapi hal ini, Pemkab Lampung Selatan berkolaborasi dengan BBWS Mesuji Sekampung dan DPRD Provinsi Lampung untuk mengerahkan lima excavator guna merevitalisasi tanggul yang rusak.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Intji Indriati, bersama anggota DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami dan Aribun Sayunis, serta perwakilan dari BBWS Mesuji Sekampung, Nur Yuniar, turun langsung ke lokasi untuk mempercepat proses perbaikan tanggul.
Sejumlah pejabat utama dan kepala perangkat daerah terkait juga turut serta dalam pemantauan proses revitalisasi tanggul tersebut. Dalam kondisi cuaca panas terik, rombongan tetap bergegas memastikan pengerjaan berjalan dengan baik dan dapat segera terselesaikan.
“Pemerintah hadir untuk rakyat. Kami bertanggung jawab memastikan semua perbaikan berjalan lancar agar masyarakat dapat kembali bertani, dan apabila hujan kembali mengguyur, dampaknya tidak separah sebelumnya,” kata Intji saat meninjau revitalisasi tanggul di Kecamatan Palas.
Selain perbaikan tanggul di kawasan persawahan, pemerintah kabupaten juga akan mendirikan posko kesehatan dan tenda pengungsian di Desa Bandan Hurip.
“Beberapa permukiman di Desa Bandan Hurip masih terendam banjir. Oleh karena itu, posko kesehatan dan pengungsian kami siapkan untuk memastikan kesehatan masyarakat, karena kondisi ini bisa memicu munculnya berbagai penyakit,” tambah Intji.
Pengerahan alat berat tidak hanya dilakukan di Kecamatan Palas, tetapi juga di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung. Sejumlah permukiman warga, perkebunan, hingga tempat wisata di wilayah tersebut turut menjadi sasaran banjir akibat hujan deras yang melanda.
Upaya revitalisasi ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir di masa mendatang serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dan lahan pertanian di Lampung Selatan.








