TANGERANG, – Di tengah meningkatnya kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tangerang, Puskesmas Kedaung Barat memperkenalkan sebuah inisiatif yang revolusioner: PENALTI (Periksa, Kenali Gejala TBC). Program ini bertujuan untuk menekan angka TBC yang sering kali terabaikan dalam perhatian masyarakat.
Patroli Kesehatan: Menjemput Bola
Tim kesehatan Puskesmas Kedaung Barat tidak hanya menunggu warga datang untuk pemeriksaan. Mereka aktif melakukan “patroli kesehatan” dengan menyusuri gang-gang, mengunjungi rumah-rumah, dan berinteraksi langsung dengan warga untuk melakukan penapisan gejala TBC. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mendeteksi kasus lebih awal, terutama bagi mereka yang cenderung menunda pemeriksaan.
Tiga Pilar Utama Program PENALTI
1. Penapisan dari Pintu ke Pintu
Tim kesehatan mengunjungi permukiman padat untuk menanyakan gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan. Jika ada yang menunjukkan gejala, mereka segera mengambil sampel dahak untuk diagnosis lebih lanjut. Langkah ini sangat penting, mengingat banyak kasus TBC baru terdeteksi saat kondisi pasien sudah parah.
2. Edukasi Komunitas: Benteng Informasi
Tim kesehatan juga membawa materi edukasi yang ringkas dan mudah dipahami mengenai cara penularan TBC, pentingnya ventilasi, dan kebiasaan hidup bersih. Edukasi ini tidak hanya disampaikan kepada warga, tetapi juga melalui kader dan tokoh masyarakat untuk menjangkau lebih banyak orang.
3. Pendampingan Pasien yang Ketat
Puskesmas berkomitmen untuk memastikan pasien tidak “putus obat”, yang dapat menyebabkan resistensi. Mereka melakukan pemantauan harian, kunjungan rumah, dan konseling keluarga untuk mendukung pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas.
“Kami Tidak Menunggu, Kami Mendatangi”
“Program ini bukan hanya mencari kasus, tetapi menjaga agar warga tetap sehat dan tidak jatuh dalam kondisi berat,” kata Amirudin, PJ Program TBC Puskesmas Kedaung Barat, pada Senin (24/11). Menurutnya, banyak warga yang menganggap batuk lama adalah hal biasa, sehingga tidak segera mencari pertolongan.
Hari Operasi Lapangan Setiap Selasa & Sabtu
Setiap hari Selasa dan Sabtu, program PENALTI dilaksanakan di berbagai lokasi, termasuk rumah tangga dengan anggota bergejala, sekolah, tempat ibadah, dan area pekerja. Pemetaan wilayah dilakukan bersama ketua RT/RW untuk memastikan tim bergerak tepat sasaran.
Aktif di Media Sosial untuk Menjangkau Generasi Muda
Selain turun langsung, Puskesmas Kedaung Barat juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi tentang gejala TBC dan lokasi skrining. Pendekatan digital ini melengkapi metode konvensional yang sering kali tidak menjangkau kelompok usia produktif.
Model Inovasi Layanan Kesehatan
Dengan pendekatan berbasis data dan kedekatan komunitas, PENALTI berpotensi menjadi model program eliminasi TBC di tingkat kabupaten.
“TBC bisa disembuhkan. Deteksi dini adalah kuncinya,” tegas Amirudin, berharap semakin banyak warga yang berani memeriksakan diri jika mengalami gejala mencurigakan.
PENALTI: Langkah Kecil, Dampak Besar
Program ini menunjukkan bahwa Puskesmas Kedaung Barat tidak hanya hadir di belakang meja pelayanan, tetapi juga turun langsung untuk memastikan warganya aman dari penyakit menular.
Dengan pendekatan yang sistematis dan humanis, PENALTI menjadi simbol bahwa pencegahan penyakit melibatkan kedekatan, edukasi, dan komitmen dari seluruh komunitas.
(Ar/Dy)














