SIMEULUE – Pemasangan Kabel Fiber Optik di sepanjang Ruas Jalan Lintas Nasional dari Kecamatan Teupah Tengah hingga Kecamatan Simeulue Cut, Kabupaten Simeulue milik PT. Telkom yang dikerjakan oleh PT. Niaga Nusantara Diva diduga dikerjakan asal jadi, tanpa adanya papan nama, rambu pengingat warga dan galian tidak sempurna, Selasa (4/4/2023).
Berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa pengerjaan tersebut sudah berjalan kurang lebih tiga bulan. Pantauan hariandaerah.com di lapangan, bahwa banyak hasil galian yang diduga dikerjakan tidak sempurna. Proyek galian Fiber Optik dipasang guna untuk meningkatkan percepatan jaringan Internet dan Telekomunikasi di Kabupaten Simeulue.
Pengawas dari PUPR Provinsi Aceh, Abdi saat dikonfirmasi melalui Via Telfon WhatsApp mengatakan, pihaknya hanya ditugaskan sebagai pengawas dari Dinas lantaran penggalian dan penanaman Fiber Optik dikerjakan di sepanjang ruas Jalan Lintas Nasional.
“Ia saya pengawas dari Dinas PUPR lantaran penggalian dan penanaman Fiber Optik dikerjakan di sepanjang ruas Jalan Lintas Nasional,” jelas Abdi.
Kemudian, saat disentil terkait adanya dugaan galian yang kurang sempurna ditemukan dilokasi, Abdi menyebutkan, bahwa pihaknya belum mengetahui. Pasalnya, kata Abdi, disaat ia berada dilokasi galian yang dikerjakan oleh pihak rekanan menurutnya telah memenuhi syarat yang telah ditetapkan.
“Jika ada temuan dugaan galian yang kurang sempurna atau tidak memenuhi spesifikasi kami belum mengetahui, karena dari semenjak mau megang puasa sudah pulang ke Banda Aceh,” jelasnya.
Saat ditanyai terkait rambu pengingat warga, kata Abdi hal tersebut ada dan sudah dipasang disetiap wilayah yang dikerjakan. Karena, lanjutnya, rambu pengingat warga pihaknya sendiri yang memesan dan memebuat dipanglong terdekat.
Soal papan nama, sejak pengerjaan pertama, pihaknya sudah pernah memberikan teguran supaya dipasang. Karena, menurutnya papan nama itu penting agar diketahui terkait proyek apa yang sedang dikerjakan.
Disisi lain, salah satu pekerja dilapangan, Said saat ditemui dilokasi menyebutkan, papan rambu pengingat warga dulunya ada. Namun, katanya, seiring pekerjaan sudah lama karena terbuat dari kertas sudah sobek dan hilang sebahagian.
Terkait soal galian adanya temuan agak dangkal dan tidak sama dalamnya kata Said, itu disesuaikan dari medannya karena disaat dilaksanakan penggalian adanya batu hamparan dibawa yang sulit untuk ditembus.
Namun lanjutnya, yang galiannya agak dangkal nantinya dari atas akan kita cor dengan semen.
“Untuk lebih lanjut kami tidak bisa menjelaskan karena hanya pekerja silahkan hubungi pak Herman dari pihak Telkom saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Supervisor Telkom Kabupaten Simeulue, Herman, yang dikonfirmasi diruang kerjanya sedikit kaget mendengar adanya dugan penggalian pekererjaan Kabel Fiber Optik yang kurang sempurna.
Dijelaskan Herman, standar kedalaman galian penanaman Kabel Fiber Optik yang biasa dikerjakan maksimal 120 cm dan minimal 90 cm, jika ada dugaan penggalian dilapangan tidak sesuai dengan spesifikasi, pihaknya akan turun lapangan. Apabila ada ditemukan yang disebutkan tadi, maka akan menginstruksikan pihak rekanan untuk membongkar dan menggali ulang kembali Kabel Fiber Optik yang sudah ditanam.
“Nanti kita turun lapangan ke lokasi penggalian, jika kita temukan kurang dari spesifikasi maka kita suruh pihak rekanan membongkar dan menggali ulang,” tegasnya.
Selanjutnya, kata Herman, pihaknya tidak dapat berbuat banyak mengingat jabatan Supervisor yang ia emban saat ini hanya sementara. Karena, dirinya sudah pensiun.
“Saya tidak bisa berbuat banyak terkait proyek Telkom yang sedang dikerjakan, karena saya sudah pensiun. Menunggu pengganti saya diperbantukan untuk sementara waktu di kantor ini,” ungkapnya.
Sementara, Kontraktor pelaksana PT. Niaga Nusantara Diva beberapa kali dihubungi hariandaerah.com melalu Via Telfon Seluler, namun tidak ada jawaban sama sekali dan hingga berita ini ditayangkan belum ada respons dari pihak pelaksana.














