Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Hukrim  

Peristiwa Penembakan di Papua Tengah, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

Penembakan
Korban Penembakan Di Papua Tengah Kabupaten Puncak Jaya. (Foto: hariandaerah.com/Jeckson).

PAPUA TENGAH – Seorang mahasiswa asli Papua atas nama Tendier Telenggen (26). jadi korban penembakan hingga tewas ditempat  yang diduga kuat dilakukan oleh seorang oknum anggota Polisi, pada Selasa, (31/10/2023), sekitar pukul 15:00 waktu Papua Tengah.

Insiden penembakan tragis itu terjadi di kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah. Korban penembakan itu dikenal menderita gangguan jiwa, dan mayatnya kemudian dibakar oleh pihak keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh berinisial EW dan SE dari pihak keluarga melalui keterangan tertulisnya via WhatsApp ke awak media, Kamis (2/11/2023).

Lebih lanjut, EW menjelaskan, bahwa kronologi kejadian itu mengindikasikan korban sedang membawa senapan angin saat dikejar oleh anggota polisi yang sedang melakukan patroli di Kota Mulia.

“Tanpa melakukan pemeriksaan yang cermat, polisi langsung menembakan, sehingga mengenai korban dan menyebabkannya tewas,” kata EW.

Kemudian lanjutnya, mayat korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Namun, keluarga korban mendatangi Polres Puncak Jaya dan meminta mayat korban untuk dibawa pulang, karena mereka yakin korban bukan anggota TPNPB, melainkan seorang mahasiswa yang kembali dari Jawa setelah mendapatkan diagnosa gangguan jiwa.

BACA JUGA:  Warga Desak Polres Lampung Tengah Tangkap Pemilik Tambang Pasir Ilegal, dan Polres Pringsewu Amankan Truk Pasir Perusak Jalan

“Pihak kepolisian setuju untuk memberikan mayat korban kepada keluarganya, dan mayat itu kemudian dibawa pulang dan dibakar pada malam hari yang sama,” ujarnya.

Sementara itu SE, seorang pihak keluarga korban, mengungkapkan bahwa keluarga merasa dirugikan dan meminta bantuan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dalam mengejar keadilan.

“Kami menuntut keadilan dengan tegas, pihak kepolisian harus segera menangkap para pelaku dan memproses mereka sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Republik Indonesia, karena kasus ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia,” tegas SE.

SE juga menyoroti ketidaktransparan dalam penyampaian informasi terkait insiden penembakan ini. Tidak ada laporan media mengenai peristiwa tersebut, dan akses untuk mengambil gambar korban dibatasi oleh pihak tertentu.

Pihak keluarga korban menegaskan jika pihak kepolisian tidak segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut, makanya pihaknya akan mengajak seluruh masyarakat menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk protes terhadap tuntutan kepada Pemerintah Daerah, DPPR, dan polres Puncak Jaya agar segera menindak pelaku tersebut.

BACA JUGA:  Polisi Tangkap Dua Pengedar Sabu di Pidie , Kasat Resnarkoba: Barangnya Dari Bireuen

Selain itu, lanjutnya pada hari yang sama juga, sekitar pukul 18:50 waktu Papua Tengah, terjadi sebuah insiden lain di kampung Pruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Yang dimana Seorang warga sipil suku Batak yang belum terindentifikasi identitasnya tewas tertembak oleh orang tak dikenal.

“Pelaku berhasil melarikan diri setelah melakukan tindakan keji tersebut,” ujarnya.

Atas kejadi tersebut, sejumlah pihak menimbulkan pertanyaan besar siapa dalang dalam peristiwa tersebut sehingga menimbulkan keresahan terhadap keamanan dan ketertiban di daerah tersebut.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *