Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Perkuat Komitmen Penurunan Stunting, Pemkab Brebes Tegaskan Kebijakan Harap Berwujud Aksi Nyata

IMG 20261029 141124
Penyerahan penghargaan partisipasi kepada PT Indomarco dalam upaya percepatan penurunan stunting Kabupaten Brebes, di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu Brebes, Kamis (29/10/2026). Foto : hariandaerah.com

BREBES — Mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas membutuhkan komitmen bersama serta langkah nyata dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Kabupaten Brebes terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui penguatan pemahaman dan implementasi Peraturan Bupati tentang percepatan penurunan stunting.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Penguatan Komitmen dan Tindak Lanjut Implementasi Peraturan Bupati dan Strategi Komunikasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Brebes, yang dihadiri Wakil Bupati Brebes Wurja, SE, di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan pemahaman, memperjelas peran setiap pemangku kepentingan, serta memastikan kebijakan percepatan penurunan stunting dapat diterjemahkan menjadi program dan aksi nyata hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.

Dalam laporannya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes, Dra. Tety Yuliana, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan APBD Kabupaten Brebes Tahun 2026 serta dokumen kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Brebes dan Tanoto Foundation.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh peserta mengenai substansi dan arah implementasi regulasi daerah terkait pencegahan dan percepatan penurunan stunting, sekaligus memperkuat komitmen lintas sektor agar kebijakan tersebut dapat diwujudkan melalui program, kegiatan, komunikasi, dan dukungan sesuai tugas serta fungsi masing-masing.

Selain itu, forum ini menjadi ruang untuk mengidentifikasi peran dan potensi dukungan setiap pemangku kepentingan, termasuk berbagai isu yang perlu diperkuat dalam pelaksanaan strategi komunikasi perubahan perilaku masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan komitmen bersama, sehingga implementasi Peraturan Bupati tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang konkret dan terukur,” ujar Tety Yuliana.

Tety juga menekankan pentingnya membangun ruang kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Brebes dan mitra pembangunan, termasuk Tanoto Foundation, untuk memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Pawai Sepeda Hias Anak - Anak Drien Rampak Meriahkan Hari Kemerdekaan RI

Kegiatan tersebut diikuti oleh perangkat daerah, para camat, mitra nonpemerintah, narasumber, serta peserta terkait lainnya. Selain penguatan komitmen, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan apresiasi kepada lembaga yang berperan aktif membantu Kabupaten Brebes dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Brebes Wurja, SE menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan juga menyangkut masa depan anak-anak dan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Brebes.

Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan pendekatan menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup pola pengasuhan, sanitasi lingkungan, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kerja bersama, kepedulian, dan komitmen seluruh pihak agar setiap anak di Kabupaten Brebes mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes telah menetapkan Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026–2029, serta regulasi mengenai strategi komunikasi perubahan perilaku dalam percepatan penurunan stunting.

Kedua regulasi tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi perangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun serta melaksanakan program yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Wurja juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk mengintegrasikan kebijakan percepatan penurunan stunting ke dalam perencanaan program masing-masing. Rencana tindak lanjut yang konkret, indikator yang terukur, serta pembagian tanggung jawab yang jelas diperlukan agar setiap program memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Yang terpenting, komitmen ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kita harus memastikan setiap kesepakatan ditindaklanjuti dengan aksi nyata, komunikasi yang efektif, dan perubahan perilaku di tengah masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA:  Peringati HAN 2024, Amrawati: Pentingnya Pemenuhan Hak Anak di Kota Langsa

Sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian dan kontribusi berbagai pihak, kegiatan tersebut juga diisi dengan prosesi penyerahan penghargaan partisipasi dalam upaya penurunan angka stunting kepada Tanoto Foundation, Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), BAZNAS, PT Indomarco, dan Chaeron.

Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Brebes terhadap peran mitra pembangunan, dunia usaha, dan lembaga sosial yang turut mendukung peningkatan kualitas kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah dan berbagai mitra dinilai penting untuk memperluas jangkauan program, memperkuat edukasi, serta mendorong keberlanjutan upaya pencegahan stunting. Sinergi tersebut diharapkan terus berkembang, mulai dari peningkatan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, pola pengasuhan yang baik, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen Kabupaten Brebes terkait Peraturan Bupati tentang Strategi Komunikasi dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting. Penandatanganan ini menjadi penegasan keseriusan bersama dalam memperkuat komunikasi perubahan perilaku, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mendorong keterlibatan aktif seluruh unsur dalam pencegahan dan penanganan stunting.

Melalui strategi komunikasi yang tepat, informasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, kesehatan ibu dan anak, serta lingkungan yang sehat diharapkan dapat tersampaikan secara lebih efektif dan mudah dipahami masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Brebes berharap seluruh perangkat daerah, mitra pembangunan, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus berjalan beriringan dalam menerjemahkan regulasi menjadi program yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga. Dengan komitmen yang kuat, kolaborasi berkelanjutan, dan tindak lanjut yang terukur, Kabupaten Brebes terus berupaya membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *