JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengukuhkan keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pertimbangan Pusat (Wantimpus) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dalam sebuah upacara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/11/2023).
Dalam suasana yang penuh semangat, pelantikan dilakukan secara daring oleh sebagian anggota LVRI melalui konferensi video yang dihadiri oleh anggota LVRI dari berbagai daerah.
Berfokus pada aspek historis yang menguatkan semangat kesinambungan nilai-nilai luhur tahun 1945, Presiden Jokowi menyatakan kepercayaannya terhadap anggota yang baru dilantik untuk menjalankan tugas dengan dedikasi yang tinggi sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.
“Saya Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi melantik Saudara-saudara dalam Keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pertimbangan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia Periode Tahun 2022-2027. Saya percaya bahwa Saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” kata Presiden saat melantik para anggota DPP dan Wantimpus LVRI.
H.B.L Mantiri, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum DPP LVRI, dalam pernyataannya selepas pelantikan, menekankan peran penting LVRI dalam mewariskan jiwa, semangat, dan nilai-nilai yang mengakar dalam sejarah Indonesia kepada generasi penerus. Dengan menggandeng Dewan Pertimbangan Pusat, LVRI bertekad memperkuat komitmen untuk menjaga dan menumbuhkan semangat nasionalisme serta kesatuan bangsa.
“Kami bersyukur atas pelantikan ini, yang menunjukkan solidaritas antara para veteran dengan para prajurit TNI yang aktif. Ini adalah momentum historis bagi kami untuk terus mengukuhkan identitas kami sebagai penjaga keutuhan dan kebanggaan bangsa Indonesia,” ungkap Mantiri dengan penuh semangat.
Acara pelantikan tersebut ditutup dengan ucapan selamat dari Presiden Jokowi kepada seluruh anggota yang dilantik, memperkuat komitmen pemerintah dalam mendukung peran penting para veteran dalam menjaga dan menyemai semangat kebangsaan.
Pelantikan ini tidak hanya menjadi sebuah momen seremonial, namun juga merupakan tonggak sejarah yang memperkuat kesesuaian dan kesinambungan nilai-nilai yang menggema sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia.














