KOTA LANGSA – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution MA dengan tegas menyuarakan bantuan untuk bencana banjir dan tanah longsor di sebagian wilayah Aceh, termasuk pesisir timur Aceh.
Hal tersebut disampaikan oleh Rektor IAIN Langsa saat Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama (Rakernas Kemenag) RI yang berlangsung di Serpong, Tanggerang Selatan, Rabu (17/12/2025).
Dalam kesempatan itu, Rektor IAIN Langsa membawa suara keprihatinan dan kebutuhan riil daerah terdampak bencana, khususnya terkait keberlanjutan layanan pendidikan tinggi keagamaan dan perlindungan mahasiswa yang terdampak langsung.
“Rakernas ini menjadi momentum penting untuk memastikan kebijakan Kementerian Agama benar-benar responsif terhadap kondisi lapangan, terutama di daerah yang sedang menghadapi situasi darurat pascabencana,” ucap Prof. Ismail Fahmi seperti keterangan yang diterima hariandaerah.com.
Ismail Fahmi menjelaskan, bahwa bencana banjir dan longsor di Aceh telah berdampak serius, tidak hanya pada masyarakat umum, tetapi juga pada mahasiswa dan sarana pendidikan.
Oleh karena itu, Forum Rakernas dinilai sangat strategis untuk mendorong kebijakan afirmatif, seperti pembebasan UKT, penguatan beasiswa, serta dukungan rehabilitasi sarana dan prasarana perguruan tinggi keagamaan.
Selanjutnya dikatakan, Rakernas Kemenag RI harus menjadi ruang konsolidasi nasional antara perencanaan program dan realitas krisis yang dihadapi daerah.
“Perencanaan pendidikan keagamaan ke depan tidak bisa dilepaskan dari isu kebencanaan, ketahanan sosial dan kepedulian terhadap kelompok rentan,” terangnya.
Rektor IAIN Langsa ini juga menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan PTKIN dari daerah terdampak bencana di forum Rakernas merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan negara hadir melalui kebijakan yang konkret dan berkeadilan.
“Di tengah duka masyarakat Aceh, kami tetap berikhtiar hadir di forum nasional ini agar suara daerah terdampak tidak terabaikan dalam perumusan kebijakan,” ungkap Prof. Ismail Fahmi.
Untuk diketahui, dalam Rakernas Kemenag tahun ini membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan tata kelola pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas layanan publik, hingga isu-isu keberlanjutan dan respons kebijakan terhadap dinamika sosial masyarakat.
Dalam konteks tersebut, kondisi Aceh pasca bencana banjir dan tanah longsor menjadi pengingat penting akan urgensi sinergi pusat dan daerah.














