LHOKSEUMAWE, Senin (23/06/25) – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) resmi meluncurkan Program PRIMA Magang PTKI (Professional Readiness through Internship and Mentorship for Academics), sebagai upaya menyiapkan lulusan PTKI yang profesional, adaptif terhadap dunia kerja, serta menjunjung tinggi nilai integritas.
Dalam sambutannya, Menag RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menegaskan bahwa Program PRIMA adalah langkah nyata reformasi PTKI agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
“PRIMA bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari gerakan nasional untuk mencetak lulusan PTKI yang profesional dan berintegritas. Kita ingin mereka tak hanya berbekal ijazah, tapi juga pengalaman kerja, skill teruji, dan sertifikasi yang diakui industri,” tegas Menag.
Menyambut inisiatif tersebut, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program PRIMA.
Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dengan dunia industri dan profesi.
“Kami sangat mendukung program ini karena menjembatani dunia kampus dengan dunia industri. Memadukan antara kemampuan akademis-teoretis dengan pengalaman praktis mahasiswa serta Memperluas koneksi dan memperkaya pengalaman baru mahasiswa,” ujar Rektor.
Rektor menambahkan bahwa Peluncuran Program PRIMA merupakan peluang besar bagi mahasiswa untuk membangun relasi yang nyata dengan dunia kerja, hal ini akan mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis namun juga adaptif, inovatif serta berdaya saing di dunia kerja dimasa mendatang,
“Program PRIMA adalah ikhtiar mulia untuk menjembatani kampus dengan dunia nyata. Kami mendukung penuh dan UIN Sultanah Nahrasiyah siap ambil bagian dalam menyukseskan program ini,” lanjut Prof. Danial.
Lebih jauh, Rektor berharap agar program ini dapat memperkuat semangat kemandirian dan kepemimpinan mahasiswa. Tidak hanya itu, PRIMA juga diharapkan membuka peluang lebih luas bagi alumni untuk berkontribusi di berbagai sektor strategis seperti birokrasi, perbankan syariah, industri halal, lembaga pendidikan, hingga organisasi sosial.
“Kami ingin PRIMA menjadi budaya akademik baru yang mendorong pengembangan mahasiswa serta menjadi satu inovasi baru dalam menghadapi tantangan. Harapan kami, mahasiswa yang mengikuti PRIMA bisa menjadi pionir perubahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.(nur)









