Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Server Lemot Hambat Verifikasi SPMB Brebes: Waktu Proses Molor, Wali Murid Antri Berjam-jam

IMG 20260609 WA0004
Terkendala server lemot wali murid dan calon siswa rela antri berjam-jam, hingga siang hari belum juga dipanggil oleh petugas guna proses verifikasi.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Proses verifikasi data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Brebes berjalan lambat dan memakan waktu cukup lama akibat kinerja server yang lemot. Kondisi ini memaksa para calon siswa dan wali murid menunggu dalam waktu yang relatif lama.

Sejak dibuka pada Senin (9/6) pukul 07.00 WIB, para lulusan Sekolah Dasar (SD) yang didampingi orang tua berbondong-bondong mendatangi SMP pilihan mereka. Bahkan tidak sedikit yang datang sejak subuh demi mendapatkan nomor antrean paling awal. Kedatangan mereka guna mengikuti tahap verifikasi data yang akan dibantu langsung oleh petugas sekolah.

Namun, proses tersebut tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan. Membludaknya jumlah calon pendaftar di seluruh wilayah Kabupaten Brebes berdampak langsung pada kinerja sistem, sehingga server menjadi lambat merespons. Akibatnya, verifikasi data yang biasanya hanya memakan waktu 2 hingga 5 menit per siswa, kini bisa memakan waktu hingga 30 menit. Kondisi ini memaksa para calon siswa dan wali murid mengantre berjam-jam.

Di SMP Negeri 1 Brebes misalnya, aula dan koridor sekolah tampak penuh sesak oleh orang tua dan calon siswa. Sejumlah wali murid mengaku sengaja datang sejak pukul 05.00 WIB agar mendapatkan nomor antrean awal. Namun, karena kendala pada server, hingga siang hari mereka belum juga dipanggil oleh petugas.

BACA JUGA:  Apdesi Kabupaten Pringsewu Silahturahmi dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu

“Saya sudah datang jam 5 pagi, ternyata sudah banyak yang antre. Prosesnya lama sekali, kata petugas servernya sedang lemot,” ujar Sulistiowati, salah satu wali murid saat ditemui sedang menunggu giliran.

Kekhawatiran juga disampaikan oleh wali murid lainnya. Mereka mengkhawatirkan lamanya proses verifikasi ini akan mengganggu kelancaran jadwal SPMB secara keseluruhan, mengingat jumlah pendaftar yang sangat banyak.

“Verifikasi berlangsung sampai hari Kamis. Kalau satu anak butuh waktu 30 menit seperti ini, kami khawatir tidak semua pendaftar bisa terlayani. Perlu ada solusi agar servernya tidak lemot lagi,” harapnya.

Petugas operator SPMB SMP Negeri 1 Brebes, Untung, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi karena server tidak mampu melayani akses dalam jumlah besar secara bersamaan.

“Tadi pagi sempat lancar. Verifikasi satu siswa paling lama 5 menit, dan rata-rata hanya 2 menit jika lancar. Tapi sekarang bisa sampai 30 menit, karena servernya sedang lemot,” ungkap Untung.

Berdasarkan catatan di SMP Negeri 1 Brebes, hingga pukul 12.30 WIB tercatat ada 784 orang yang mendaftar. Namun, berkas yang selesai diverifikasi baru sebanyak 139 siswa. Sisa pendaftar yang belum terlayani akan diproses pada hari berikutnya. Kondisi serupa juga terjadi di SMP Negeri 3 Larangan, yang dibenarkan oleh petugas operator setempat.

BACA JUGA:  Door to Door Jemput Bola, Nakes Bantu Kusnadi Pasien TB yang Tinggal di Rumah Ambruk

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Brebes, Warsito Eko Putro, juga membenarkan kelambanan kinerja server tersebut. Ia menjelaskan bahwa server yang digunakan memiliki kapasitas Bandwidth (BW) sebesar 300 Mbps, namun harus melayani sekitar 22 ribu calon siswa. Tidak hanya untuk jenjang SMP, server induk ini juga digunakan untuk pendaftaran TK dan SD di seluruh Brebes.

“Server yang dipakai kapasitasnya 300 Mbps, dan itu harus melayani sekitar 22 ribu pendaftar mulai dari TK, SD, hingga SMP. Padahal idealnya untuk menunjang kelancaran SPMB ini dibutuhkan kapasitas minimal 800 Mbps,” jelasnya.

Warsito menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan guna mencari solusi terbaik. Langkah ini diambil agar pelaksanaan SPMB ke depannya dapat berjalan lebih lancar dan tidak mengalami hambatan yang berarti.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *