Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Tak Punya Biaya Renovasi, Rumah Warga Desa Kalimati Ambruk; Dinas Terkait Belum Turun Tangan

IMG 20260514 WA0021
Kondisi rumah Koriah warga Desa Kalimati yang ambruk.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Pahit dan sedih mendera Koriah, warga Desa Kalimati, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Rumah tempat ia berteduh puluhan tahun akhirnya roboh dan rata dengan tanah. Kondisi bangunan yang sudah sangat tua, lapuk dimakan usia, ditambah ketiadaan biaya untuk perbaikan, menjadi penyebab utama musibah yang menimpanya.

Kejadian nahas tersebut berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu, bangunan yang sudah lama rapuh itu tak lagi sanggup menahan beban usia dan kerusakan yang kian parah, hingga akhirnya ambruk seketika. Koriah dan keluarga kini tak lagi memiliki tempat berteduh yang layak, terpaksa menumpang atau mencari perlindungan seadanya di tengah keprihatinan mendalam.

Berdasarkan data yang dihimpun awak media hariandaerah.com di lapangan. Koriah tercatat sebagai warga yang masuk dalam kategori keluarga tidak mampu Desil 1. Artinya, ia merupakan salah satu warga yang paling berhak dan menjadi prioritas utama untuk mendapatkan bantuan sosial maupun program perbaikan rumah dari pemerintah daerah.

Namun, hingga berita ini diturunkan, tak ada satu pun pihak dari dinas atau instansi terkait yang turun tangan melakukan penanganan, peninjauan lokasi, maupun memberikan bantuan darurat bagi korban. Koriah dan keluarganya masih dibiarkan dalam ketidakpastian dan kesulitan berat pasca kejadian tersebut.

BACA JUGA:  Program Pro-Rakyat Menggema, Wabup Intan Dorong Pemerataan Layanan hingga ke Akar Rumput

Ironisnya, informasi yang berhasil diungkap awak media menyebutkan bahwa musibah ini sebetulnya bisa saja dicegah atau diantisipasi jauh-jauh hari. Sebab, Koriah mengaku sudah berkali-kali memohon agar namanya diajukan dalam program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke pihak Pemerintah Desa Kalimati.

Namun, ada dugaan kuat bahwa permohonan dan jeritan hati warga tersebut tidak pernah ditindaklanjuti, bahkan sama sekali tidak pernah diajukan ke tingkat kecamatan maupun kabupaten oleh pengelola pemerintahan di desa setempat. Padahal, kondisi rumah yang sudah sangat memprihatinkan itu bisa dilihat mata telanjang dan sudah menjadi pengetahuan umum warga sekitar.

“Saya sudah minta tolong berkali-kali ke kantor desa, minta didaftarkan program RTLH. Tapi sampai rumah saya ruboh begini, tidak ada kabar, tidak ada bantuan, katanya tidak ada kuota atau alasan lain. Padahal rumah saya sudah lama mau roboh, dan saya ini warga tidak mampu Desil 1, tidak punya uang sepeser pun untuk benerin sendiri,” ungkap Koriah dengan nada sedih dan kecewa, Kamis (14/05/2026).

Kondisi bangunan rumah Koriah memang sudah bertahun-tahun memprihatinkan. Dinding yang terbuat dari batu bata sudah lapuk, berlubang di atap yang bocor parah. Karena ketiadaan biaya, perbaikan hanya dilakukan seadanya dengan bahan seadanya pula, hingga akhirnya tak sanggup lagi berdiri tegak.

BACA JUGA:  Sembako Bantuan Presiden Dikubur di Depok, Ditemukan di Kedalaman 3 Meter

Warga sekitar pun turut menyayangkan kejadian ini. Mereka menilai, kelalaian atau ketidakpedulian pihak desa dalam mengusulkan nama warga yang jelas-jelas sangat membutuhkan bantuan menjadi penyebab utama penderitaan Koriah saat ini. Warga berharap pemerintah Kabupaten Brebes segera turun tangan, meninjau lokasi, dan memberikan bantuan nyata, sekaligus mengevaluasi kinerja pemerintahan desa agar kasus serupa tidak terulang.

Hingga kini, Koriah dan keluarganya masih berharap ada kebijaksanaan dan kepekaan dari pemerintah daerah. Mereka berharap, meski rumah sudah roboh, masih ada kesempatan mendapatkan bantuan agar kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman. Sementara itu, pihak terkait hingga saat ini belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait dugaan kelalaian dalam pengusulan program RTLH tersebut.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *