Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Terpaksa Menjadi PSK Demi Bayar UKT Semester 11

IMG 20251025 155007
Foto: Ilustrasi.

ACEH TAMIANG – Salah seorang pria yang merupakan alumni mahasiswa mengungkapkan kisah wanita kenalannya saat menghadapi ujian akhir semester, Sabtu (25/10/2025).

Ia mengatakan, bahwa setahun yang lalu tepat di hari Minggu, ia melihat seorang wanita yang berusia sekitar 23 tahunan menangis sendirian dan menyita perhatiannya.

Ada beberapa orang menghampiri namun ia acuh dan tetap menangis. Orang-orang kemudian pergi meninggalkannya begitu saja.

Saat dirinya menyapa, wanita itu bereaksi. Sesaat kemudian, keduanya menuju di sebuah warkop modern di daerah dekat perbatasan Aceh Tamiang.

“Saat itu, saya gak tau, mengapa ia memilih dirinya dari sekian banyak sapaan simpati, mungkin sudah takdir. Kami pun bercerita banyak hal dan terungkap sebab ia menangis,” ucapnya.

“Ternyata ia diusir dari rumah karena ketahuan bekerja sebagai PSK. Ayahnya seorang perangkat Desa merasa ia telah menorehkan aib bagi keluarga,” kata pria itu.

Saya terkejut mendengar sebab ia melacurkan dirinya. Ia butuh uang untuk bayar UKT semester 11 di Kampusnya, karena ia bukan penerima KIP. Orang tuanya yang mengandalkan penghasilan sebagai perangkat desa hanya mampu membayar UKT sampai semester 9 saja.

BACA JUGA:  19 Miliar THR ASN Kota Langsa Sudah Dibayar, Menyusul Gaji Aparatur Gampong dan Honor

“Ia lalu bercerita, bahwa dosen pembimbing skripsinya yang menyebabkan itu terjadi. Semua mata kuliah sudah diselesaikan olehnya. Namun ketika skripsi, ia susah sekali menjumpai dosen untuk konsultasi,” terangnya lagi.

Dijelaskan, asal dihubungi dosen tak pernah angkat telepon. Begitu juga saat di WA, dia tak tau apakah telah dibaca atau tidak karena centang biru tak diaktifkan, bahkan sampai berulang kali WA minta untuk ketemu gak pernah dibalas.

“Ingin saja dia datang ke rumah sang Dosen, tapi sebelumnya sang dosen pernah berpesan bahwa persoalan kampus tidak dilayani untuk diselesaikan di rumah,” ujarnya menceritakan kisah teman wanitanya.

Pernah juga ia menunggu dosen dari pagi sampai sore, serta menunggu sang dosen di depan ruangan tempat memberikan kuliahnya. Namun dalam pengorbanan waktu itu, ketika berjumpa sang dosen, dengan mudahnya dosen berkata, “besok saja jam 11”.

“Keesokan harinya ternyata dosen itu keluar kota. Diketahui dari status WA sang dosen. Ia sedang bahagia bersama keluarganya di atas penderitaan orang lain,” bebernya kemudian.

Lebih lanjut dikatakan, waktu terus berjalan hingga penagihan uang UKT tiba. Sang ayah tak ada uang lagi karena adik-adiknya masih perlu biaya dan menyuruhnya gak usah lagi melanjutkan kuliah jika situasinya terus menerus begini.

BACA JUGA:  KPA dan PA Wilayah Simeulue Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Kampung Air

“Tapi ia ingin sarjana. Akhirnya ia melacurkan diri agar bisa membayar UKT. Saya yang tak bisa membantu, hanya bisa berkata, “semoga ceritamu benar, Dek”,” sebut sumber.

Sebelum kami bubar, saya yang terbawa emosi ikut menyumpah. Semoga oknum dosen dan anak keturunannya akan mendapat balasan dunia akhirat dari apa yang telah dia lakukan buatmu.

Sumber yang merupakan alumni sebuah Kampus di Langsa ini pun berharap kepada Pemerintah Daerah untuk dapat lebih memperhatikan mahaiswa/i yang seperti itu untuk mendapatkan bea siswa.

“Begitu juga terhadap Pimpinan Kampus, diharapkan untuk menudahkan para mahasiswa, apalagi dosen-dosen yang ada, jangan lah mempersulit karena mahaisiswa itu sudah di semester akhir,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *