Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Tinjau Proyek Normalisasi Krueng Manggeng, Ini Kata Wakil Ketua DPRA

dpra
Wakil Ketua DPRA, Safaruddin, S.Sos, M.S.P, Saat Meninjau Proyek Normalisasi Krueng Manggeng, Senin (4/9/2023). (Istimewa).

ABDDYA  – Wakil Ketua DPRA, Safaruddin, S.Sos, M.S.P, melakukan peninjauan pada proyek pekerjaan pembangunan tanggul pengaman Krueng Manggeng, tepatnya di Gampong Padang, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Kunjungan wakil rakyat dilevel provinsi itu bersama rombongan di lokasi tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan proyek pembangunan tanggal dimaksud.

Dana yang dialokasikan untuk pembangunan tanggul pengaman atau normalisasi pada Krueng Manggeng tersebut sekitar Rp10 miliar yang merupakan pokir Safaruddin yang sedang dikerjakan di beberapa titik rawan banjir sepanjang sungai Krueng tersebut.

BACA JUGA:  Upacara Hari Amal Bakti Ke-77 Di Aceh Utara Berlangsung Khidmat

“Saya tetap melakukan pengawasan pembangunan pengaman tebing Krueng Manggeng ini. Karena saya lihat ada kendala di lapangan yaitu terdapat semacam pengaman tebing terdahulu. Artinya ada aset kabupaten yang dikerjakan oleh kabupaten oleh pihak bencana,” kata Safaruddin, Senin (4/9/2023).

Dengan persoalan ini sambungnya, pihak terkait sudah menyurati bupati dan Insya Allah pak Bupati katanya sudah komunikasi dan juga sudah mengirimkan jawaban-jawabannya. Artinya, aset itu tidak akan tumpang tindih.

“Jadi pengertian teknis itu, saya sudah bilang ke kontraktornya dan perencana serta dinasnya jangan bermasalah, sesuai dengan spek. Saya sebagai pengusul mengharapkan sesuai dengan aspirasi masyarakat,” sebutnya.

BACA JUGA:  Berakhir Kunjungan Kerja, Sekda Lepas Sambut Wamendagri

Lebih lanjut, Ia menyampaikan, seperti pada lokasi di Gampong Tengah, warga sudah berkomitmen bahwa mereka berkomitmen dalam pengerjaan dimaksud dengan tujuan agar pengerjaan itu maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Jikapun ada masalah, meraka siap tangani dan mendukung terhadap pelaksanaan tersebut, apakah itu dihancurkan atau ditambalkan atau seperti apa. Saya tidak paham. Yang penting, anggaran Rp10 miliar itu bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

(Parlementaria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *