Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Walikota Lhokseumawe Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers

Walikota Lhokseumawe menyerahkan bantuan sosial secara simbolis dari Baitul Mal Kota Lhokseumawe kepada warga-warga yang menderita penyakit kronis dalam acara coffe morning bersama insan pers, Rabu (14/5/2025) di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe. (Foto: Harian Daerah/Nurmansyah)
Walikota Lhokseumawe menyerahkan bantuan sosial secara simbolis dari Baitul Mal Kota Lhokseumawe kepada warga-warga yang menderita penyakit kronis dalam acara coffe morning bersama insan pers, Rabu (14/5/2025) di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe. (Foto: Harian Daerah/Nurmansyah)

LHOKSEUMAWE – Walikota Lhokseumawe menggelar acara coffee morning bersama insan pers, rabu (14/5), di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini menjadi wadah dialog terbuka antara pemerintah dan media dalam menyikapi isu-isu strategis pembangunan daerah, termasuk digitalisasi pemerintahan, investasi, serta transparansi publik.

Acara diawali dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis dari Baitul Mal Kota Lhokseumawe kepada warga-warga yang menderita penyakit kronis. Wali Kota Lhokseumawe menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan hidup. Kita tidak boleh tutup mata,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Dalam sesi dialog bersama jurnalis, berbagai isu masyarakat turut disampaikan, mulai dari pemerataan pendidikan, persoalan kebersihan kota, hingga keterbatasan lapangan kerja.

BACA JUGA:  BI Lhokseumawe Gelar PASE Fest 2026 Dorong Ekonomi Syariah

Wali Kota merespons dengan memaparkan langkah-langkah strategis yang tengah dijalankan, termasuk upaya menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan.

“Saya sudah bertemu dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta anggota DPR RI Teuku Riefky Harsya untuk mendorong penciptaan lapangan kerja baru di Lhokseumawe. Banyak investor yang berminat masuk, namun semuanya harus dikaji secara mendalam dan sesuai arah pembangunan kota,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah kota tidak akan gegabah dalam menerima investasi. Setiap bentuk kerja sama harus membawa manfaat jangka panjang dan tidak merugikan lingkungan maupun masyarakat lokal.

“Prinsip kehati-hatian menjadi pedoman utama. Kita ingin investasi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memberikan dampak positif bagi warga,” tegasnya.

Dalam kaitan digitalisasi pemerintahan, Wali Kota menyoroti pentingnya sistem yang terintegrasi dan terbuka. Ia menilai, salah satu alasan masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam membayar zakat adalah minimnya kepercayaan akibat kurangnya transparansi.

BACA JUGA:  Silaturahmi ke USK, Tim Relawan Al Ihsan Tasawuf Dorong Pengembangan SDM Melalui Ilmu Tasawuf

“Sudah saatnya pemerintahan tidak lagi tertutup. Kita harus membangun kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi dan akuntabilitas,” tambahnya.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap dapat memperkuat sinergi dengan media massa dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik.

“Kami percaya, media adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat menuju kota yang maju, adil, dan sejahtera,” pungkas Wali Kota.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *