JAKARTA – Pasca partai Nasional Demokrat (NasDem) memilih Cak Imin sebagai calon wakil presiden dari Anies Baswedan, menjadi kejutan yang tak terprediksi sebelumnya. Seketika publikpun tercengan dan memberikan pendapat dan pandangan tentang manuver politik yang dilakukan Surya Paloh.
Salah satu pandangan itu datang dari mantan Panglima TNI, Jendral (purn) Gatot Nurmantyo. Dalam sebuah podcast yang diwawancarai Refly Harun, Gatot mengatakan, insting politik Surya Paloh itu sangat tajam.
“Naluri politik pak Surya Paloh itu sangat tajam, saya pikir ini adalah langkah yang positif karena bagaimanapun juga ini adalah untuk aman,” ungkap Gatot mengutip podcast youtube Refly Harun yang tayang, Sabtu (2/8/2023).
Gatot berharap, saat ini partai koalisi pengusung Anies Baswedan berfikir bukan lagi apa, tapi bagaimana memenangkan Anies dalam kontestasi politik pemilihan presiden pada tahun 2024 mendatang.
“Seharusnya, partai itu kalau ia berpihak kepada rakyat, berpihak kepada perubahan, maka yang harus dipikirkan satu memenangkan Anies, berorientasi saya tidak harus menyodorkan wakil presiden, tapi bagaimana Anies menang jadi presiden,” sambung Gatot.
Pengakuan tajamnya naluri politik Surya Paloh itu tajam, telah dibuktikan Gatot saat Pilpres tahun 2014 lalu, ketika Surya Paloh mengusung Jokowi jadi presiden bersama dengan PDIP.
“Maka Alhamdulillah Cak Imin bisa bergabung dengan Anies Baswedan, otomatis bukan hanya Cak Iminnya saja yang beegabung tapi dengan pengikut dan partai PKB nya,” lanjut Gatot.
Pandangan Gatot tentang sikap politik Surya Paloh itu sudah tepat, karena Surya Paloh telah memberikan wadah kepada oposisi di bagian Aniies, dengan orientasinya adalah Anies maju jadi presiden.
“Orientasi pak Surya Paloh itu yang penting Aniies maju, itu pikiran pak Surya Paloh, perkara siapa nanti wakilnya itukan variabel nya masih tinggi, masih banyak,” ungkap Gatot lagi.
Seperti diketahui, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mendeklarasikan diri sebagai bakal calon presiden (Capres) dan bakal calon wakil presiden (Cawapres) untuk menghadapi Pemilu 2024 di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, pada, Sabtu (2/9/2023).
Acara deklarasi dihadiri Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, serta ratusan pengurus dan kader Partai NasDem dan PKB.
Dalam pidatonya, Surya Paloh, mengungkap alasan mengapa dirinya memilih Muhaimin Iskandar, alias Cak Imin, sebagai bakal calon wakil presiden untuk Anies Baswedan.
“Anies adalah cendekiawan intelektual yang diyakini mampu memberi suasana kepemimpinan baru ke depan. Muhaimin seorang piawai, organisatoris ulung, bergerak di dunia pergerakan cukup lama. Kedua pasangan ini adalah botol dan tutup botol itu. Selamat tinggal politik cebong dan kampret, politik yang mengadu domba memecah belah dan merusak. Selamat datang politik kebhinnekaan,” tutur Surya Paloh dalam deklarasi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Muhaimin bercerita mengenai Surya Paloh yang mendesaknya segera memberi jawaban mengenai kesediaan menjadi cawapres untuk capres Anies Baswedan.
“[Surya Paloh berkata] ‘kalau kamu nggak mau salaman, berarti selamanya kita tidak akan ketemu lagi. Tapi kalau kamu oke, saya jamin menang dan Insya Allah Indonesia akan lebih baik’,” tutur Cak Imin menirukan perkataan Surya Paloh.
Anies Baswedan dalam orasi selanjutnya menyatakan, deklarasi ini membawa tanggung jawab moral menuju cita-cita bersama, karena dilaksanakan di tempat bersejarah. Hotel Majapahit, yang dulu bernama Hotel Yamato, adalah lokasi perobekan bendera Belanda menjadi merah-putih pada 19 September 1945.
“Di tempat ini kita membuat sejarah baru untuk kebaikan kita semua,” ucap Anies yang dijawab dengan pekikan AMIN – akronim dari “Anies-Muhaimin”.
Ketika ditanya soal Partai Demokrat yang tidak lagi berada di dalam Koalisi Perubahan, Anies berkata singkat:
“Kita menghormati langkah dan pilihan dari Partai Demokrat. Insya Allah demokrasi kita semakin maju, semakin mapan,” jawab Anies.














