YOGYAKARTA – Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Lolly Suhenty, mengungkapkan bahwa politik uang masih menjadi perhatian serius dalam persiapan Pemilu serentak 2024 di wilayah kabupaten kota provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurut Lolly, tingkat kerawanan terhadap praktik politik uang di Yogyakarta, baik di level provinsi maupun kabupaten kota, masih cukup signifikan dengan skor 1,69.
“Kalau posisi kerawanan untuk politik uang Yogyakarta baik di level provinsi maupun kabupaten kota kerawanannya sedang, artinya dia skornya 1,69,” kata Lolly melalui keterangan tertulisnya, usai menghadiri Sosialisasi tentang Pengawasan Pemilu 2024 oleh Bawaslu Kabupaten Bantul, DIY, di Bantul, Rabu (11/10/2023).
Lolly menjelaskan bahwa “kerawanan sedang” bukan berarti politik uang tidak ada sama sekali, melainkan situasi di mana praktik politik uang masih ada, namun dapat diatasi dan diberlakukan tindakan penindakan yang sesuai.
“Sehingga dalam konteks ini untuk Pemilu 2024 dengan posisi rawan sedang maka kami tetap menginstruksikan jajaran Bawaslu di provinsi maupun kabupaten kota di DIY untuk memberi perhatian, sehingga mampu ditekan menjadi rawan rendah,” katanya.
Lebih lanjut, Lolly menekankan bahwa, politik uang telah mengalami perubahan drastis dalam metodenya, dengan munculnya berbagai modus operandi dan banyak pelaku yang terlibat. Salah satu tren yang perlu diwaspadai adalah penggunaan uang elektronik atau digital dalam praktik politik uang.
“Sehingga mau tidak mau Bawaslu harus mempunyai strategi baru untuk melakukan pencegahan, kemudian dari sisi penindakan kita tetap berpatokan pada norma yang ada dalam UU (Undang-undang),” katanya.
Dalam upaya pencegahan, Bawaslu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga independen yang dibentuk khusus untuk mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang, seperti Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK).
Dengan komitmen untuk memitigasi praktik politik uang dan melindungi integritas Pemilu 2024, Bawaslu Yogyakarta bersama dengan berbagai pihak terkait terus berupaya menjaga tingkat kerawanan politik uang tetap rendah demi menjaga proses demokrasi yang bersih dan berkualitas.














