MEULABOH – Sejumlah perwakilan lembaga mahasiswa menarik diri dan memulangkan anggotanya dari masa aksi Gerakan September Menggugat (Gersem), dihalaman Gedung DPRK Aceh Barat, Rabu (7/9/2022).
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan (SOMBEP) Aceh Barat Jhony Howord ketika dihubungi hariandaerah.com,
Ia menjelaskan, dirinya menarik anggota dari jalanya aksi, dikarenakan situasi di lapangan tidak sesuai dengan hasil rapat konsolidasi sebelumnya bersama sejumlah perwakilan Ormawa.
“Kami dari sombep menarik diri karena sesuai hasil rapat sebelum aksi dijalankan sudah tidak sejalan, karena dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa Massa akan masuk dalam gedung DPRK Aceh Barat untuk melakukan audiensi dengan pihak dewan setempat,” imbuhnya.
Pasalnya, masa gagal menduduki gedung DPRK Aceh Barat, sejumlah perwakilan lembaga mahasiswa menarik diri dan memulangkan anggotanya dari masa aksi Gerakan September Menggugat (Gersem).
Kericuhan itu dipicu, lantaran sejumlah mahasiswa dari beberapa perwakilan lembaga tidak sejalan dengan masa Gersem, mereka memaksa masuk Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat untuk manyampaikan aspiranya di dalam ruangan dewan.
Sebelumnya, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan September Menggugat (Gersem) melancarkan aksi unjuk rasa di ruas jalan depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat.
Masa unjuk rasa menuntut Presiden Joko Widodo untuk membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Tak hanya itu, Mahasiswa turut meminta Pemerintah agar mengungkap kasus kematian aktivis Munir Said Thalib dan menjadikan kasus tersebut sebagai pelanggaran HAM berat.
Pada gelaran unjuk rasa itu, semula para mahasiswa menyampaikan orasinya di depan gedung DPRK Aceh Barat yang didengarkan langsung pimpinan dewan setempat.
Amatan hariandaerah.com di lokasi, masa unjuk rasa nyaris bentrok dengan tim gabungan TNI, Polri dan Satpol PP yang mengamankan jalanya demontrasi aliansi GERSEM.














