LHOKSEUMAWE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lhokseumawe, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe, berhasil menyelenggarakan puncak acara Pekan QRIS Nasional (PQN) 2024 dengan meriah di pelataran parkir Harun Mart pada 17-18 Agustus 2024. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara KPw BI Lhokseumawe, pemerintah daerah, perbankan, dan UMKM binaan Bank Indonesia.
PQN 2024 merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai sejak soft launching pada 11 Agustus 2024 di Ahad Festival. Kegiatan ini mencakup edukasi, talkshow, dan diskusi terfokus (FGD) yang melibatkan masyarakat umum, pelaku usaha, pelajar, pemerintah daerah, dan sektor perbankan. Lebih dari 2.000 pengunjung dari Lhokseumawe dan sekitarnya hadir memeriahkan acara puncak yang berlangsung selama dua hari.
Kepala KPw BI Lhokseumawe, Prabu Dewanto, menjelaskan bahwa Pekan QRIS merupakan inisiatif tahunan Bank Indonesia sejak 2019 untuk mendukung inovasi pembayaran digital, mendorong inklusi keuangan, dan memajukan UMKM.
“Dengan semakin tingginya penggunaan smartphone, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap transaksi non-tunai melalui QRIS semakin meningkat,” ujarnya Rabu (21/8/2024).
Berbagai kegiatan menarik, seperti edukasi QRIS, lomba memasak, festival kopi, permainan interaktif, bazaar UMKM, dan pembagian doorprize, turut memeriahkan acara ini. Sistem pembayaran parkir juga diintegrasikan dengan QRIS sebagai langkah untuk mendorong adaptasi masyarakat terhadap digitalisasi.
Acara ini dihadiri oleh Pj Walikota Lhokseumawe yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Tgk. H. Anwar Ali, serta jajaran Forkopimda dan pimpinan perbankan. Anwar Ali menyampaikan apresiasinya terhadap PQN 2024, yang dianggap mampu meningkatkan kebiasaan transaksi digital, khususnya di sektor UMKM.
Selama acara berlangsung, tercatat lebih dari 15.000 transaksi QRIS, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap digitalisasi pembayaran. Berbagai hadiah dan voucher menarik juga dibagikan kepada pengunjung sebagai bentuk apresiasi.
PQN 2024 diharapkan dapat memperkuat penerapan QRIS di masyarakat dan mendukung ekonomi digital yang inklusif serta berkelanjutan.














