Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh, Polri  

Satlantas Polres Aceh Barat Daya Lakukan Penertiban Senjata Mainan untuk Amankan Jalur Mudik

Menanggapi laporan masyarakat dan meningkatnya keresahan akibat penggunaan senjata mainan di pinggir jalan, terutama saat arus mudik Lebaran, pihak kepolisian melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat Daya langsung bergerak cepat melakukan penertiban.

IMG 20250404 123921 e1743745688325
Satlantas Polres Aceh Barat Daya menertibkan pengunaan senjata main dijalan raya

Aceh Barat Daya – Jajaran Polres Aceh Barat Daya melalui Satuan Lalulintas Polres setempat melakukan penertiban senjata mainan menyusul kejadian memilukan di tengah hiruk pikuk arus mudik Lebaran.

Dimana seorang anak dilaporkan menjadi korban kekerasan di jalan umum akibat ulah sekelompok anak yang bermain senjata mainan, batu, dan kayu balok di pinggir jalan.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 2 April 2025, sekira pukul 18.00 WIB, di Jalan Umum Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Menurut keterangan keluarga korban, insiden bermula ketika rombongan kendaraan yang dikendarai oleh Ardianto sedang melintas di lokasi kejadian.

Tiba-tiba, anak dari Armaini yang merupakan Geuchik Gampong Tengoh, Kecamatan Kuala Batee, dilempari batu oleh sekelompok anak yang sedang bermain di pinggir jalan.

Lemparan batu tersebut mengenai mata kiri korban hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Teuku Peukan untuk mendapatkan perawatan intensif. Menurut keterangan keluarga, luka yang diderita korban cukup serius dan membutuhkan pengawasan medis lebih lanjut.

Pelapor yang merasa tidak terima atas kejadian ini segera melaporkan insiden tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Barat Daya guna pengusutan hukum lebih lanjut.

Kasus ini pun tengah ditangani pihak berwajib sebagai dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur.

BACA JUGA:  Pembangunan Tanggul 1,8 Km di Palak Kerambil Abdya Resmi Dimulai, Akhiri Puluhan Tahun Abrasi

Ironisnya, ini bukan kali pertama peristiwa semacam ini terjadi di wilayah yang sama. Sebelumnya, telah terjadi insiden serupa yang juga mengarah pada dugaan tindak pidana.

Menanggapi laporan masyarakat dan meningkatnya keresahan akibat penggunaan senjata mainan di pinggir jalan, terutama saat arus mudik Lebaran, pihak kepolisian melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat Daya langsung bergerak cepat melakukan penertiban.

Penertiban ini dipimpin langsung oleh Ipda Prawiro Djoko. S, S.H, bersama Aipda Desmitya Putra dan personel Satlantas lainnya.

Mereka menyisir sejumlah titik rawan di sepanjang jalur mudik, terutama di wilayah Kecamatan Susoh.

Kapolres Aceh Barat Daya AKBP Agus Sulistianto, melalui Kasatlantas AKP Tri Andi Dharma, menyatakan bahwa penertiban ini merupakan bentuk respon cepat atas dua kejadian yang telah terjadi dan mengarah pada tindak pidana.

“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat secara serius. Ini bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga keselamatan jiwa,” ujar AKP Tri Andi.

Pihaknya menegaskan bahwa penertiban akan terus dilakukan selama masa arus mudik dan balik Lebaran, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Masyarakat setempat kini mulai resah. Aktivitas anak-anak yang bermain senjata mainan di pinggir jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, namun juga membahayakan keselamatan diri dan orang lain.

BACA JUGA:  Pemerintah Aceh Singkil Gelar Program B2SA Melawan Stunting Bersama Masyarakat

Permainan menggunakan senapan mainan yang menyerupai senjata sungguhan pun berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan reaksi berbahaya.

Kasatlantas juga meminta adanya edukasi dari orang tua kepada anak-anak agar tidak bermain di jalan raya, apalagi menggunakan benda yang dapat mencederai.

Ia mengingatkan bahwa peran sekolah, tokoh agama, dan perangkat desa harus ditingkatkan untuk membentuk kesadaran bersama terhadap bahaya permainan berisiko tinggi ini.

Momen mudik seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan kebahagiaan, bukan justru dikejutkan oleh insiden yang melukai anak-anak.

“Diperlukan sinergi antara masyarakat, aparat desa, dan kepolisian untuk memastikan keselamatan dan ketertiban di jalan raya, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat,” tegas Kasatlantas AKP Tri Andi Dharma.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa pengawasan dan penertiban terhadap penggunaan senjata mainan serta aktivitas anak-anak di ruang publik harus menjadi prioritas bersama.

Satlantas Polres Aceh Barat Daya memastikan langkah tegas ini akan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban dan keselamatan seluruh lapisan masyarakat.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *