Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Keratuan Darah Putih Kukuhkan Penerus Adat, Wakil Bupati Syaiful Turut Hadir

WhatsApp Image 2025 05 15 at 07.52.01
Wabup Syaiful Hadiri Penobatan Raden Imba Kesuma Ratu V di Keratuan Darah Putih. (Foto: Ist)

LAMPUNG SELATAN – Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menghadiri puncak prosesi adat Gawi Nyambai Bujenong Jakhu Makhga Keratuan Darah Putih yang digelar di Lamban Balak, Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Selasa (14/5/2025).

Acara adat yang sarat makna ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momen penting dalam pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Puncak prosesi ditandai dengan penobatan Gusti Putra Aji, Amd., S.T. sebagai Raden Imba Kesuma Ratu V, serta pengukuhan Wulan Rezky Amalya, S.Ak., M.Ak. sebagai Khatu Khunjungan. Prosesi ini juga menjadi bagian dari resepsi pernikahan keduanya.

Rangkaian Gawi Adat telah dimulai sejak Rabu (7/5) lalu dengan tahapan Ngitai Maju, yakni persiapan adat internal keluarga besar Keratuan Darah Putih.

BACA JUGA:  Bupati Lampung Selatan: Bantuan Pangan Bukan Seremoni, Tapi Bukti Kehadiran Negara

Prosesi penobatan resmi ditandai dengan Nyecup, yaitu penyerahan gelar adat oleh Dalom Kesuma Ratu kepada putra sulungnya, Gusti Putra Aji, sebagai penerus adat dan pemegang gelar kehormatan Keratuan Darah Putih.

Setelah penobatan, doa adat dipimpin oleh Penghulu Desa Kuripan, dilanjutkan dengan ucapan selamat dari Wabup Syaiful dan para kepala adat sebagai bentuk penghormatan atas gelar yang disandang.

Salah satu tokoh adat setempat, Sohari (55), yang menyandang gelar Raden Mas, menyampaikan bahwa Gawi Adat merupakan warisan yang wajib dijaga dan dilestarikan.

“Acara ini adalah kewajiban adat. Ketika putra pertama dari seorang raja telah siap, ia harus diturunkan secara adat. Di sinilah nilai-nilai warisan, identitas, dan penghormatan terhadap leluhur dikukuhkan kembali,” ujar Sohari.

BACA JUGA:  Polsek Candipuro Berhasil Ungkap Kasus Penggelapan Sepeda Motor di Titiwangi

Ia juga menambahkan bahwa momen penobatan seperti ini sangat langka.

“Saya terharu. Terakhir melihat acara seperti ini tahun 1998. Tahun depan belum tentu saya bisa menyaksikannya lagi,” katanya haru.

Pihak keluarga besar Keratuan Darah Putih menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan mengikuti rangkaian acara hingga prosesi penobatan adat berlangsung dengan khidmat dan lancar.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *