Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Tertunda Beberapa Bulan, ASOKULAM Kembali Gelar Musyawarah

WhatsApp Image 2025 08 20 at 19.19.52
Ketua ASOKULAM, Yuliansyah Yunus, bersama para keuchik se-Kecamatan Kuta Alam saat mengikuti kegiatan Coffee Morning di Gampong Kota Baru (Lampineung), Banda Aceh, Rabu (20/8/2025). (Foto: Istimewa).

BANDA ACEH – Setelah beberapa bulan vakum, Asosiasi Keuchik Kecamatan Kuta Alam (ASOKULAM) kembali menggelar kegiatan Coffee Morning di Gampong Kota Baru, atau yang lebih dikenal dengan Lampineung, Rabu (20/8/2025).

Pertemuan rutin ini biasanya dilaksanakan setiap bulan sebagai wadah silaturahmi dan koordinasi antar-keuchik, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan. Kali ini, Gampong Kota Baru mendapat kehormatan menjadi tuan rumah.

Suasana musyawarah berlangsung akrab namun serius. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam, Tuha Peut Gampong, Imam Mukim, Keuchik se-Kecamatan Kuta Alam, serta tokoh masyarakat. Mereka duduk bersama, berbincang santai ditemani secangkir kopi khas Aceh, namun dengan agenda yang penuh makna.

Dalam forum itu, para keuchik dan Tuha Peut Gampong menyampaikan permasalahan aktual yang tengah dihadapi di gampong masing-masing, mulai dari persoalan infrastruktur, pelayanan publik, hingga kebutuhan masyarakat yang mendesak.

BACA JUGA:  Momen Kebersamaan TNI-Polri: Pangdam IM Sambut Hangat Wakapolda Aceh di Makodam

“Semua permasalahan dan usulan dari gampong ini nantinya akan kita teruskan kepada pihak terkait, termasuk Wali Kota Banda Aceh, agar dapat ditindaklanjuti. Forum ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pertemuan berikutnya yang rencananya akan menghadirkan Forkopimda Kota Banda Aceh,” ungkap Ketua ASOKULAM, Yuliansyah Yunus, yang juga Keuchik Gampong Bandar Baru.

Menurut Yuliansyah, kegiatan coffee morning bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang untuk memperkuat kolaborasi. Ia menekankan pentingnya sinergi antar-gampong agar persoalan yang muncul bisa diinventarisasi dan ditangani bersama.

“Harapan kita, dengan adanya forum ini semua masalah di gampong dapat terpetakan dan tertangani lebih cepat. Ini akan terwujud jika program Kolaborasi benar-benar dijalankan secara terukur dan tepat sasaran,” tegasnya.

Program Kolaborasi sendiri menjadi pendekatan strategis ASOKULAM dalam menyatukan kekuatan lintas gampong, sehingga pembangunan tidak berjalan parsial melainkan saling mendukung antarwilayah.

BACA JUGA:  Wagub Aceh Lepas Kafilah ke STQH Nasional, Optimis Raih Juara

Tokoh masyarakat yang hadir juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Mereka menilai musyawarah semacam ini dapat mengurangi jarak antara pemerintah gampong dengan warganya, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka dengan pihak kecamatan maupun kota.

“Dengan adanya pertemuan seperti ini, aspirasi masyarakat lebih cepat tersampaikan. Jangan sampai ada gampong yang tertinggal hanya karena kurang koordinasi,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung hingga siang hari itu ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud harapan agar semua perencanaan dan program pembangunan gampong di Kecamatan Kuta Alam dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis

Penulis: Herlin KumarEditor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *