Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Stop BAB Sembarangan!!!, Kadinkes Aceh Jaya: Tak Hanya Berdampak Buruk Pada Pelaku, Tetapi Juga Orang Lain Yang Tinggal di Lingkungan Sekitar

stop BAB sembarangan
Kadinkes Aceh Jaya Rosniar S.K.M, ingatkan bahaya BAB sembarangan. (Foto: Istimewa)

Aceh Jaya – Tidak hanya menyebabkan merubah warna alirang sungai menjadi kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap, Buang Air Besar (BAB) sembarangan juga bisa membahayakan  atau  berakibat buruk bagi kesehatan.

Demikian dikatakan Kadinkes Aceh Jaya Rosniar S.K.M, yang dihubungi hariandaerah.com, Selasa (8/11/2022) kemarin.  Menurut Rosniar, masalah paling nyata akibat perilaku BAB sembarangan adalah infeksi saluran pencernaan.

“Kotoran dari BAB yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Kontaminasi bisa terjadi melalui lalat yang sebelumnya hinggap di kotoran, kemudian menempel di makanan, dan makanan tersebut berakhir di meja makan Anda,” ujarnya.

Kadinkes Aceh Jaya menyebutkan, Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Sejauh ini, ungkap Rosniar, Dinkes Aceh Jaya mencatat ada 172 Desa yang sudah ODF diwilayah itu.

“BAB sembarangan dari tahun 2018 sampai dengan 2021 sudah mencapai  65 Desa yang sudah ODF 65 Desa dan di tahun 2022 jumlah desa yang di ODF berjumlah 8 Desa,” jelasnya.

stop bab sembarangan 1
Sosialisasi & Edukasi Tentang Bahayanya BAB Sembarangan yang berdampak Langsung terhadap Kesehatan Masyarakat & Lingkungan di Wilayah kerja Puskesmas Lamno. (Foto: Instagram Dinkes Aceh Jaya)

Kata Rosniar, BAB sembarangan sangat berpengaruh buruk bagi kesehatan, bahkan menyebabkan fatal pada kesehatan, salah satu penyakit yang rentan terjadi akibat perilaku buruk itu adalah timbulnya kasus Diare.

BACA JUGA:  Kabupaten Tangerang Bersatu: Rotary & Dinkes Perangi Polio, Indonesia Bisa!

“BAB sembarangan dapat berdampak buruk tak hanya pada pelaku, akan tetapi juga orang lain yang tinggal di lingkungan sekitar. Penekanannya bukan hanya pada perilaku masyarakat tersebut,” ujar Kadinkes Aceh Jaya.

Jamban yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat banyaknya bakteri yang di dalamnya seperti bakteri penyebab typus, kolera dan Hepatitis, dengan adanya penyebab ini sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan yang ada, sehingga untuk membangun kesehatan yang unggul maka perlu mencegah ancaman yang dapat mengganggu kesehatan salah satunya dengan membuat jamban sehat.

Beberapa penyakit yang ditimbulkan akibat BAB sembarangan:

Tifus

Tifus, atau awam lebih mengenalnya sebagai tipes, adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella typhii. Bakteri tersebut dapat menyusup masuk ke tubuh lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tifus menimbulkan gejala demam, nyeri sendi dan otot, perut kembung dan begah, mual dan muntah, sulit buang air besar, serta batuk-batuk. Penyakit dengan istilah medis demam tifoid ini perlu segera diobati agar tidak menimbulkan komplikasi.

Menurut Rosniar, salah satu komplikasi yang sering terjadi akibat tifus adalah perdarahan akibat robeknya saluran pencernaan.

“Jika sudah terjadi perdarahan di saluran pencernaan, penderita bisa mengalami muntah darah, tinja berwarna hitam, kulit pucat, lemas, hingga sesak napas. Selain itu, robeknya saluran pencernaan dapat memicu nyeri perut yang hebat, mual, hingga muntah,” ungkapnya lagi.

BACA JUGA:  Kopi, Minuman Yang Banyak Manfaat Bagi Tubuh Manusia

Diare

Sanitasi yang buruk atau mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi dapat menyebabkan terjadinya diare. Seseorang dikatakan diare saat dirinya mengalami buang air besar cair, dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam satu hari.

Diare tidak bisa dianggap sepele, karena dapat menyebabkan dehidrasi, yang kalau parah bisa berujung pada kematian.

stop bab sembarangan 2
Sosialisasi tentang Bahaya nya BAB sembarangan kepada Masyarakat sekitar Pante Kuyun Kecamatan Setia Bakti. (Foto: Instagram Dinkes Aceh Jaya)

Oleh karena itu, lanjut Rosniar, seseorang yang mengalami diare, apalagi selama berhari-hari atau minggu, perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter agar bisa mendapatkan pengobatan paling tepat. Dengan ini, risiko dehidrasi dan berbagai komplikasi lainnya bisa dicegah.

Sejauh ini pihaknya terus meningkatkan kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Dalam hal ini seperti melakukan sosialisasi untuk masyarakat yang belum mempunyai jamban sehat. Dinas Kesehatan Aceh Jaya melakukan pemicuan STBM agar masyarakat sadar pentingnya jamban sehat supaya terhindar dari beberapa panyakit yang diakibatkan BAB sebarangan.

“seperti Diare, typus,kolera dan masyarakat sadar bahwa pentingnya jamban sehat supaya terhindar dari ancaman yang dapat mengganggu kesehatan bagi masyarakat. Lebih baik mencegah dari pada mengobati panyakit dengan bertujuan mengubah perilaku masyarakat untuk pentingnya jamban sehat,” tutupnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *