Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Bupati Brebes Rombak 23 Pejabat Eselon II: Pastikan Mesin Birokrasi Lari Kencang, Bukan Hukuman

IMG 20251124 WA0039
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma SE.MM., saat melakukan perombakan besar-besaran 23 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau Pejabat Eselon II, bersamaan dengan Pelantikan dan Pengukuhan Kepala Unit Organisasi Bersifat Fungsional (Foto: hariandaerah.com/Putra Zambase).

BREBES – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, SE., MM., melakukan perombakan besar-besaran terhadap 23 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau pejabat Eselon II, bersamaan dengan pelantikan serta pengukuhan Kepala Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas.

Rotasi ini dilakukan sebagai langkah korektif dan akseleratif untuk memastikan mesin birokrasi Pemerintah Kabupaten Brebes terus berjalan cepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya di Pendopo Brebes, Senin (24/11/2025), Bupati Paramitha menegaskan bahwa reorganisasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kinerja.

“Brebes sedang melakukan upgrade sistem. Pergeseran 23 posisi eselon II ini agar birokrasi bisa berlari kencang dan menunjukkan kinerja nyata kepada masyarakat. Hasilnya harus langsung bisa dirasakan oleh warga Kabupaten Brebes,” ujarnya.

Paramitha juga mengajak seluruh pejabat untuk bekerja sama.
“Saya dan Pak Wurja mohon dibantu. Jika Bapak Ibu tidak membantu saya, mustahil Brebes bisa beres. Dan jika Brebes beres, Bapak Ibu lah yang menjadi bagian dari keberhasilan itu,” tegasnya.

Menjawab kegelisahan sejumlah pejabat yang bergeser posisinya, Paramitha menegaskan bahwa seluruh mutasi dan promosi sejak 20 Februari 2025 berlandaskan asas meritokrasi.

“Tidak ada waktu untuk birokrasi yang jalan di tempat. Masyarakat menuntut aksi, bukan hanya perencanaan,” ungkapnya.

Ia menegaskan kembali bahwa rotasi bukan bentuk hukuman.
“Rotasi adalah strategi, bukan hukuman. Pergeseran jabatan merupakan hasil evaluasi kinerja mendalam dan pemetaan kompetensi yang sangat cermat,” katanya.

Menurutnya, pejabat yang menempati posisi baru dipandang memiliki kapasitas dan passion paling sesuai untuk menyelesaikan persoalan di unit tersebut.

“Tidak ada jabatan yang tidak strategis. Yang ada adalah pejabat yang gagal melihat peluang strategis dari posisinya,” tegasnya.

BACA JUGA:  Menaker: Kecelakaan Kerja Bisa Dicegah Jika Keselamatan Jadi Budaya

Paramitha menambahkan, birokrasi tidak boleh membawa perasaan (baper) dalam menjalankan tugas.
“Yang ada hanyalah kerja tuntas dan adaptasi cepat. Jabatan adalah tanggung jawab, bukan privilege,” serunya.

Ia memberi target tegas kepada seluruh pejabat yang dilantik.
“Dalam satu bulan, saya minta sudah ada terobosan yang dirancang di posisi baru. Tidak ada waktu pemanasan, langsung lari kencang,” katanya.

Kepada para Kepala UOBF Puskesmas, Paramitha menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

“Puskesmas harus semakin baik dalam melayani masyarakat. Jika kapasitasnya menurun, berarti Kepala Puskesmasnya tidak mampu bekerja,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun 2025, Pemkab Brebes telah mengalokasikan anggaran Rp44 miliar untuk mendukung BPJS-BPI.

“Dengan anggaran sebesar itu, Bapak Ibu harus bisa memberikan pelayanan terbaik. Saya tidak ingin janji, tetapi bukti nyata,” pungkasnya.

Daftar 23 Pejabat JPTP yang Dilantik

  1. Drs. Budhi Darmawan, M.Si – Dari Kepala Dinas Perhubungan menjadi Kepala Pelaksana BPBD.
  2. Drs. Nur Ari Haris Yuswanto, M.Si – Dari Inspektur Daerah menjadi Kepala Dinas Perhubungan.
  3. Drs. Apriyanto Sudarmoko – Dari Kepala Bappeda Riset dan Inovasi menjadi Inspektur Daerah.
  4. Dra. Tety Yuliana, M.Pd – Dari Kepala DPMPTSP menjadi Kepala Bappeda Riset dan Inovasi.
  5. Dr. Moh. Syamsul Haris, S.H., M.H – Dari Kepala Satpol PP menjadi Kepala BKPSDM.
  6. Caridah, M.Pd – Dari Kepala Disdikpora menjadi Kepala Satpol PP.
  7. Sutaryono, SH, M.Si – Dari Kepala DPU menjadi Kepala Disdikpora.
  8. Dani Asmoro, ST, MT – Dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman menjadi Kepala DPU.
  9. Laode Vindar Aris Nugroho, AP, M.Si – Dari Kepala DLH menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
  10. Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si – Dari Kepala Kesbangpol menjadi Kepala DLH.
  11. Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes – Dari Kepala Dinas Kesehatan menjadi Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan.
  12. Anna Dwi Rahayuning Rizky, ST, MT – Dari Asisten Ekbang menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah.
  13. Subandi, SE, M.Si – Dari Kepala Bapenda menjadi Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra.
  14. Drs. Khaerul Abidin, MM – Dari Asisten Pemerintahan dan Kesra menjadi Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan.
  15. Sumarno, S.Pd, M.Si – Dari Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
  16. Untung Rizaludin, SE – Dari Staf Ahli Pemda menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
  17. Ir. Mohamad Furqon Amperawan, M.P – Dari Kepala Dinas Pertanian menjadi Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum.
  18. Dr. Warsito Ekoputro, S.Sos, M.Si – Dari Kepala Dinas Perindustrian menjadi Kepala Diskominfo.
  19. Abdul Majid, S.T., M.T – Dari Kepala Dinas PSDA dan Penataan Ruang menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan.
  20. Moh. Zuhdan Fanani, SH – Dari Kepala Dinas Perikanan menjadi Kepala Dinas PSDA dan Penataan Ruang.
  21. Drs. Eko Supriyanto, M.Si – Dari Kepala Disbudpar menjadi Kepala Dinas Perikanan.
  22. Supriyadi, S.Sos – Tetap sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
  23. Drs. Edy Kusmartono, M.Si – Tetap sebagai Kepala BPKAD.
BACA JUGA:  Jembatan Kali Longkrang Putus Akibat Banjir, Wabup Janji Bisa Dilalui Kembali Sebelum Lebaran!

Selain itu, dilantik pula 9 pejabat administrator dan pengawas serta 28 Kepala UOBF Puskesmas.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *