Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Brebes Siap Bangun Mega Farm Sapi Perah Terbesar RI, Investasi Djarum Group Dukung Ketahanan Pangan

IMG 20260416 WA0134
Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma, saat audiensi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian bersama jajaran GDB di Kantor Gubernur.(Foto dok hariandaerah.com)

SEMARANG – Kabupaten Brebes bersiap mencatat sejarah baru dalam sektor pangan nasional. Wilayah ini akan menjadi lokasi pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala masif yang digarap oleh PT Global Dairy Bersama (GDB), bagian dari Djarum Group. Proyek strategis ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi.

Investasi bernilai strategis ini diyakini tidak hanya akan mendongkrak produksi susu dalam negeri, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Brebes.

“Saya sebagai gubernur sangat mendukung. Kita harus support agar Brebes menjadi kabupaten yang berdaya saing,” ujar Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian bersama jajaran GDB di Kantor Gubernur, Kamis (16/04/2026).

Menurutnya, Jawa Tengah saat ini menjadi magnet investasi berkat kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.

“RPJM 2026 kita fokus pada swasembada pangan, termasuk susu. Maka investasi seperti ini sangat strategis,” tegasnya.

Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan bahwa proyek ini berpotensi menjadi mega farm sapi perah terbesar di Indonesia.

“Jika terwujud, ini akan menjadi yang terbesar. Saat ini, peternakan terbesar dalam satu hamparan baru sekitar 20.000 ekor,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sebanyak 9.050 Kader Kesehatan di Kabupaten Brebes Terima Bantuan Transport

Mega farm ini diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen dari total produksi susu nasional. Padahal saat ini, kesenjangan antara produksi dan kebutuhan masih sangat jauh. Produksi dalam negeri baru sekitar 1 juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton, yang berarti sekitar 80 persen masih bergantung pada impor.

“Kehadiran proyek ini akan sangat membantu menekan ketergantungan tersebut,” jelasnya.

Tak hanya itu, posisi Jawa Tengah dalam peta produksi susu nasional diprediksi akan melesat. Dari peringkat ketiga saat ini, provinsi ini berpotensi naik ke urutan kedua bahkan menyamai posisi Jawa Timur.

Sementara itu, perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, memaparkan detail megaproyek yang akan dibangun di atas lahan seluas 710 hektare ini.

“Ini bukan sekadar peternakan, tetapi ekosistem dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Proyek ini mengusung konsep close loop system yang ramah lingkungan:
Limbah ternak diolah menjadi biogas untuk energi.
Residu dimanfaatkan menjadi pupuk organik.
Diterapkan sistem daur ulang air untuk efisiensi.

Dengan target populasi sekitar 28.000 ekor sapi, produksi susu diperkirakan mencapai 180.000 ton per tahun. Fasilitas pendukung yang akan dibangun meliputi pabrik pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kawasan perkebunan jagung.

BACA JUGA:  Musrenbang RKPD 2027 Brebes: Pembangunan Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

Dampak Sosial: Libatkan 13 Ribu Orang, Solusi Pengentasan Kemiskinan

Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini memiliki dampak luar biasa. Diproyeksikan akan menyerap dan memberdayakan:

Sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan 2.000 hektare.

Menggandeng sekitar 8.000 peternak lokal dalam pengembangan sapi perah.

“Ini juga bentuk pemberdayaan masyarakat,” tegas Ihsan.

Jadwal Pelaksanaan:

– Persiapan Lahan: Mulai Juni 2026.

– Pembangunan: Target rampung Akhir 2027.

– Produksi Perdana (First Milking): Desember 2027.

Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, menyambut antusias investasi berskala nasional ini.

“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini berskala nasional dan bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Brebes,” ujarnya.

Ia berharap proyek ini mampu membuka lapangan kerja luas, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat sektor peternakan sebagai pilar ekonomi daerah.

“Kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku,” tandasnya.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *