ACEH UTARA – Proyek pembangunan drainase atau parit di sisi kiri dan kanan Jalan Lintas Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di kawasan Bayu, Kabupaten Aceh Utara, diduga terbengkalai dan belum diselesaikan. Kondisi tersebut terpantau langsung di lapangan dan menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan.(16/6/26)
Berdasarkan pantauan wartawan, sejumlah pekerjaan drainase terlihat belum rampung. Material dan bagian konstruksi masih berada di lokasi, sementara beberapa titik dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang melintas di jalur tersebut.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Resky, S.T. Saat dihubungi wartawan terkait kondisi proyek drainase di kawasan Bayu, Resky menyarankan agar konfirmasi teknis mengenai pekerjaan tersebut disampaikan langsung kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani proyek.
“Silakan konfirmasi langsung ke PPK-nya, karena beliau yang lebih mengetahui terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut,” ujar Resky kepada wartawan.
Untuk memperoleh penjelasan terkait kondisi proyek tersebut, wartawan telah berupaya menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang menangani pekerjaan itu. Ir. Dessy Amalia Farina, ST, MT, Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Salah seorang pengguna jalan, Andri, mempertanyakan kondisi proyek yang dinilai dibiarkan tanpa kejelasan penyelesaian. Menurutnya, keberadaan bagian konstruksi yang belum selesai dapat menimbulkan risiko kecelakaan bagi masyarakat.
“Kenapa ini dibiarkan? Setahu kami pekerjaan belum selesai. Ini berbahaya bagi pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Di lokasi masih ada besi dan bagian pekerjaan yang bisa membahayakan,” kata Andri.
Andri berharap pihak terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi proyek serta mempercepat penyelesaiannya. Ia juga meminta pimpinan BPJN melakukan pengawasan langsung agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan perencanaan dan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPJN maupun satuan kerja terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan belum selesainya proyek drainase di kawasan Bayu tersebut. Media ini masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.(man)








