Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Waktu Emas Tertolong, Penanganan Aneurisma Otak Kini Bisa Dilakukan Langsung di RSUD Brebes

IMG 20260805 WA0013
Direktur RSUD Brebes drg. Adhi Supriyadi, M.Kes., menjelaskan kesiapan layanan penanganan aneurisma otak yang kini tersedia dan dapat dilaksanakan langsung di Rumah Sakit Umum Daerah Brebes. (Foto: Dokumen Istimewa)

BREBES – Bagi penderita pecah pembuluh darah otak, waktu bukan sekadar hitungan jam atau menit, melainkan penentu keselamatan nyawa. Semakin cepat mendapat penanganan tepat, semakin besar peluang selamat dan terhindar dari kecacatan seumur hidup.

 

Demikian penegasan Direktur RSUD Brebes, drg. Adhi Supriyadi, M.Kes., saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (5/8/2026), menyusul keberhasilan pelaksanaan tindakan medis canggih penyelamatan nyawa yang kini telah tersedia di rumah sakit daerah.

 

Menurutnya, aneurisma otak kerap dijuluki “pembunuh diam-diam”. Bertahun-tahun bisa berkembang tanpa menampakkan gejala apa pun, hingga akhirnya dinding pembuluh darah menipis dan pecah secara tiba-tiba.

 

“Saat pecah, terasa sakit kepala luar biasa, berbeda dari sakit kepala biasa, bisa disertai muntah hebat, penurunan kesadaran bahkan kelumpuhan. Di saat itu setiap detik sangat berharga. Sedikit terlambat, risiko kecacatan berat hingga kematian akan meningkat tajam,” jelas drg. Adhi.

 

Selama ini, hal inilah yang menjadi kekhawatiran besar masyarakat Brebes dan sekitarnya. Tindakan canggih seperti Pemeriksaan Pembuluh Darah Otak (DSA) dan Penutupan Aneurisma (Coiling) hanya dapat dilakukan di rumah sakit besar di kota yang jauh.

BACA JUGA:  Kejari Brebes Musnahkan Barang Bukti 30 Perkara, Bukti Komitmen Penegakan Hukum Transparan  

 

“Pasien harus menempuh perjalanan berjam-jam, terguncang di jalan yang berisiko menaikkan tekanan darah, sementara waktu emas pertolongan terus berkurang. Banyak keluarga merasa cemas luar biasa, takut tidak sampai dengan selamat,” kenangnya.

 

Kini kekhawatiran itu terjawab dengan kabar gembira. Melalui Program Pendampingan Teknis Bedah Saraf RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUD Brebes berhasil meningkatkan kemampuan pelayanan sehingga mampu melaksanakan tindakan penanganan tersebut secara aman dan mandiri.

 

“Kami bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI serta tim ahli RSUP Dr. Kariadi yang telah membimbing dan mengasah kemampuan tenaga medis kami. Kini warga Brebes, Tegal, Pemalang dan wilayah sekitarnya tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh yang penuh risiko, penanganan berkualitas setara rumah sakit besar sudah hadir di dekat masyarakat,” ungkapnya penuh rasa bangga.

 

Bukti nyata keberhasilan tercatat pada Senin, 27 Juli 2026. Bertempat di Ruang Kateterisasi Lantai 3 RSUD Brebes, tim medis gabungan sukses melaksanakan rangkaian tindakan DSA dan Coiling pada pasien dengan diagnosis pecah pembuluh darah otak disertai penumpukan cairan otak.

 

Tindakan berjalan lancar dan aman, dipimpin langsung oleh pakar bedah saraf pembuluh darah:

BACA JUGA:  Lagi, Aktivis Ini Soroti Dugaan Aktivitas PT. Raja Marga Tanpa Izin

✅ Prof. dr. Muhammad Thohar Arifin, PhD, PAK, Sp.BS, Subsp.N-Vas(K)

✅ dr. Krisna Tsaniadi Prihastomo, Sp.BS, FN-Vask

✅ dr. Azka Tajussyarof El Muzakka, Sp.BS

 

Serta didukung tim dokter anestesi dan tenaga keperawatan terlatih RSUD Brebes yang bekerja sigap dan terpadu demi keselamatan pasien.

 

Menutup pernyataannya, drg. Adhi menegaskan bahwa kemajuan ini bukan sekadar keberhasilan rumah sakit, melainkan wujud nyata kehadiran negara.

 

“Ini bukti pemerataan pelayanan kesehatan yang sesungguhnya. Semakin dekat layanan canggih, semakin besar harapan keluarga, semakin terjamin masa depan warga. Kami berjanji akan terus menjaga dan meningkatkan mutu agar pelayanan tetap cepat, aman, dan terjangkau bagi semua orang,” pungkasnya.

 

Kehadiran layanan ini menjadi harapan baru, memangkas jarak serta bahaya perjalanan jauh, sehingga waktu berharga pasien dapat digunakan sepenuhnya untuk mendapatkan pertolongan terbaik demi keselamatan jiwa.

 

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *