Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Bonus Demografi atau Bom Waktu? Nasib Gen Z di Tengah Gelombang PHK Jadi Sorotan Dialog Kebangsaan

IMG 20261029 074216
Kegiatan Dialog Kebangsaan bertema "Bonus Demografi atau Bom Waktu? Nasib Gen Z di Tengah Gelombang PHK", yang digelar secara daring pada Rabu, 28 Oktober 2026.(Foto hariandaerah.com)

BREBES — Mereka adalah generasi yang lahir di tengah pesatnya kemajuan teknologi, namun tumbuh di masa ketidakpastian ekonomi. Generasi Z kini berdiri di garis depan bonus demografi — sekaligus di ujung tanduk gelombang PHK yang tak kunjung usai. Di mana letak harapan?

Bonus demografi yang selama ini digadang-gadang sebagai modal emas kemajuan bangsa, kini memicu kekhawatiran mendalam. Di tengah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terus meluas, nasib Generasi Z berada di persimpangan jalan: apakah mereka akan menjadi penggerak utama ekonomi, atau justru berubah menjadi bom waktu sosial akibat terbatasnya ruang kerja yang layak?

Isu krusial ini menjadi pusat pembahasan dalam diskusi publik bertajuk “Dialog Kebangsaan: Bonus Demografi atau Bom Waktu? Nasib Gen Z di Tengah Gelombang PHK”, yang berlangsung secara daring pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 19.30–21.00 WIB. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pandangan kritis mengenai masa depan generasi muda di tengah pasar kerja yang kian kompetitif dan tidak menentu.

BACA JUGA:  Bupati Nagan Raya : Masjid Giok mulai Beroperasi Tanggal 16 September 2022

Fenomena PHK massal yang melanda berbagai sektor industri dinilai menjadi tantangan terbesar bagi Gen Z yang baru saja memasuki dunia kerja. Tanpa strategi penanganan yang komprehensif dari pemerintah dan dunia usaha, kelebihan jumlah penduduk usia produktif justru berisiko tidak terserap secara optimal, yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan angka pengangguran terdidik.

Dalam dialog ini, para pembicara dan peserta bersama-sama membedah berbagai solusi strategis — mulai dari pembaruan kurikulum pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri, penciptaan lapangan kerja baru berbasis ekonomi digital dan hijau, hingga penguatan jaring pengaman sosial bagi pekerja muda. Diharapkan, diskusi ini dapat melahirkan rekomendasi konkret bagi para pemangku kebijakan agar bonus demografi benar-benar membawa manfaat, bukan berubah menjadi bencana demografi.

Hadir sebagai pembicara:

Azmi Asmuni Majid, M.TP. — Task Force Kerja Sama dan Reputasi Institusi Universitas Harkat Negeri, Tegal. Ia memaparkan kesiapan sumber daya muda dalam menjawab dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Faisal Makruf, S.I.P. — Ketua Umum Federasi Serikat Merdeka Sejahtera (F-SEMESTA). Dari perspektif serikat pekerja, ia menguraikan dampak langsung gelombang PHK terhadap kaum muda yang baru pertama kali masuk pasar kerja.

BACA JUGA:  King of Sparco Goyang Kota Langsa, Ratusan Masyarakat Ikut Serta

Diskusi dipandu oleh Ardinar Paramandana dari Serikat Pekerja Mahasiswa, dan dibuka oleh Wahid Nur Kartiko, S.Sos. — Peneliti Forum 2045 selaku penyelenggara kegiatan.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Forum 2045, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dan Desanomia. Dukungan turut diberikan oleh Fisipol UP45, STIA AAN Yogyakarta, Faperta Janabadra, Institut Pertanian INTAN, FKIP Unsultra, Sekolah Pembaruan Desa, serta Akademi Hikmah.

Melalui ruang terbuka ini, masyarakat luas — khususnya kaum muda, akademisi, dan pengambil kebijakan — diharapkan dapat ikut menyimak dan berkontribusi mencari jalan keluar terbaik bagi masa depan generasi penerus bangsa.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *