BREBES — Kabupaten Brebes menjadi salah satu dari tiga daerah di Jawa Tengah yang masuk daftar calon penerima bantuan revitalisasi rumah sakit daerah dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. Selain Brebes, terdapat Kota Surakarta dan Kabupaten Kudus yang turut tercatat dalam daftar tersebut.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan daerah agar mampu menangani penyakit berat secara langsung, sehingga warga tidak lagi harus dirujuk ke kota besar.
Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Brebes, Azmi Asmuni Majid, menjelaskan bahwa Pemkab Brebes tengah mempersiapkan kelayakan untuk menerima program revitalisasi tersebut. Salah satu rencana utamanya adalah pembangunan gedung Pusat Layanan Medis Terpadu atau Central Medical Unit (CMU) di lingkungan RSUD Brebes.
Rencana pembangunan gedung baru tersebut diproyeksikan memiliki luas sekitar 6.000 meter persegi dan berdiri terpisah dari area bangunan lama. Kehadiran CMU ditargetkan untuk menyediakan fasilitas layanan spesialis lanjutan yang lebih lengkap, termasuk layanan penyakit jantung, sehingga penanganan medis darurat bagi warga Brebes dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
“Kemarin Pemerintah Kabupaten Brebes diundang bersama sekitar 60 perwakilan rumah sakit daerah se‑Indonesia untuk membahas calon penerima bantuan revitalisasi. Untuk Jawa Tengah ada tiga daerah yang diundang, yaitu Brebes, Surakarta, dan Kudus,” terang Azmi kepada awak media pada Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, pemilihan ketiga daerah tersebut merupakan hasil analisis yang mencakup wilayah barat, tengah, dan utara Jawa Tengah. Saat ini masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan yang diminta Kemenkes, termasuk penelusuran lahan, kesiapan peralatan, serta ketersediaan sumber daya manusia. Pemerintah pusat memberikan batas waktu pemenuhan hingga tiga tahun mulai tahun 2027.
“Kami berharap bergerak secepat mungkin, seperti proses program Sekolah Rakyat yang juga telah diperjuangkan Brebes. Kami akan mengirimkan seluruh persyaratan yang diminta Kemenkes, lalu akan ada asesmen dari pusat. Pemkab akan terus berjuang agar program ini benar‑benar turun ke Brebes guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Dana revitalisasi sekitar Rp30 miliar direncanakan digelontorkan dari pemerintah pusat ke RSUD Brebes melalui sistem reimburse.
Azmi mengapresiasi kepemimpinan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma yang dinilai bergerak cepat dan responsif dalam menangkap peluang program ini. Ia menyebut keberhasilan masuk daftar calon penerima merupakan hasil kerja keras Bupati, jajaran Dinkesda, serta manajemen RSUD Brebes.
“Ini adalah kerja bersama Bupati Paramitha dan seluruh jajaran Dinkesda serta RSUD Brebes yang aktif memperjuangkan agar program ini turun ke Brebes. Jika berhasil terealisasi, ini merupakan capaian luar biasa, mirip dengan program Sekolah Rakyat yang hanya diterima oleh beberapa daerah di Indonesia,” ungkapnya.
Terkait lahan pembangunan, Pemkab Brebes telah melakukan peninjauan calon lokasi yang direncanakan memanfaatkan area SD Negeri 1 Brebes. Nantinya fasilitas sekolah tersebut akan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih layak, tidak dekat jalan raya, sehingga anak‑anak dapat bersekolah dengan lingkungan yang lebih sehat dan aman.














