Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Angka Kemiskinan Kota Langsa Menurun, Jeffry Sentana: RPJMD Tercapai

IMG 20250917 150036
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra. (Foto:hariandaerah.com/Sukma)

KOTA LANGSA – Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE mengungkapkan bahwa target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Langsa lebih cepat tercapai, Rabu (17/09/2025).

Hal tersebut dengan menurunnya angka kemiskinan Kota Langsa tahun 2025 dibanding dengan tahun 2024. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Langsa, angka kemiskinan tahun 2024 sebesar 19,37 ribu jiwa (10, 33%) dan tahun 2025 sebesar 16,28 ribu jiwa (8, 59%).

Jeffry Sentana mengatakan, keberhasilan ini hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari masyarakat, sektor usaha dan berbagai pihak yang ikut mendorong peningkatan kesejahteraan Kota Langsa, serta tentunya diikuti kebijakan Pemerintah Daerah.

“Alhamdulillah, penurunan angka kemiskinan dari 10,33 persen tahun 2024 menjadi 8,59 persen di 2025 adalah capaian yang patut kita syukuri bersama,” ucap Jeffry Sentana kepada hariandaerah.com.

IMG 20250917 144720
Data perkembangan penduduk Miskin Kota Langsa tahun 2020-2025 dari BPS Kota Langsa, Rabu (17/09/2025).

Jeffry turut mengatakan, angka ini sekaligus membuktikan bahwa target RPJMD Kota Langsa dapat kita capai lebih cepat.

BACA JUGA:  Gubernur Muzakir Manaf Serahkan SK 5.789 PPPK Formasi 2024 Tahap 1 Pemerintah Aceh

Pemerintah Kota Langsa tidak akan hanya berhenti di sini, dan akan terus berkomitmen memperluas program pemberdayaan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, baik domestik maupun luar negeri, serta memperkuat perlindungan sosial agar penurunan angka kemiskinan ini konsisten positif menurun dan berkelanjutan.

“Target kita bukan hanya menurunkan angka, tetapi memastikan setiap keluarga di Kota Langsa merasakan manfaat pembangunan secara nyata,” tandas Jeffry Sentana.

Sebelumnya, Kepala BPS Kota Langsa Ir Sudariah menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin di Kota Langsa menurun dari angka 10,33 persen di tahun 2024 menjadi 8,95 persen di 2025. Sampai Maret 2025 jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 3.09 ribu.

“Terjadi penurunan dari 19,37 ribu orang pada Maret 2024 menjadi 16,28 ribu orang sampai Maret 2025,” kata Sudariah.

BACA JUGA:  Pengurus LPTQ Aceh Dikukuhkan, M. Jafar Minta Jaga Kekompakan dan Bersinergi

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa dari Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) sampai dengan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Kota Langsa juga mengalami penurunan.

“Namun, garis kemiskinan di Kota Langsa mengalami peningkatan setiap tahun, mulai 2020 sampai 2025. Pada tahun 2020 sebesar Rp.407.421 dan pada tahun 2025 sebesar Rp.554.363,” sebutnya lagi.

Sudariah menerangkan, garis kemiskinan merupakan batas pendapatan minimum yang dibutuhkan seseorang atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan dan bukan makanan.

“Salah satu faktor meningkatnya garis kemiskinan disebabkan oleh inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa. Selama kurun waktu 5 tahun, garis kemiskinan kota Langsa naik Rp.146.942,” ungkap Sudariah.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *