Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Cokbang, Cokelat Asli Sabang yang Kini Mendunia: Dari Alat Sederhana Menuju 17 Varian Unggulan

WhatsApp Image 2025 11 06 at 10.24.30
Kepala Produksi Cokbang, Melan Deta Diansyah, (Foto: hariandaerah.com/H).

SABANG — Usaha olahan cokelat lokal asal Kota Sabang, Cokbang, terus menunjukkan perkembangan pesat dan menjadi salah satu ikon produk unggulan daerah kepulauan tersebut. Dikelola oleh Koperasi Produsen Kakao Jaya Mandiri, Cokbang kini telah bertransformasi dari industri kecil rumahan menjadi produsen cokelat inovatif dengan berbagai varian rasa dan bentuk.

Perkembangan signifikan ini tidak terlepas dari dukungan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, yang menyalurkan bantuan mesin produksi modern bagi pelaku UMKM di sektor kakao. Berkat bantuan tersebut, Cokbang berhasil memperluas lini produksinya dari semula hanya lima jenis produk menjadi 17 varian unggulan, seperti bubuk cokelat, teh cokelat, choco nibs, hingga cokelat batang dengan beragam rasa khas.

“Sejak mendapat bantuan mesin dari Bank Indonesia, kami mampu berinovasi lebih luas. Dulu kami hanya memproduksi lima jenis, sekarang sudah berkembang jadi 17 produk,” ujar Kepala Produksi Cokbang, Melan Deta Diansyah, kepada hariandaerah.com, Rabu (5/11/2025).

WhatsApp Image 2025 11 06 at 10.28.45
Karyawan Cokbang tengah mengolah biji kakao menjadi cokelat di dapur produksi Koperasi Produsen Kakao Jaya Mandiri, Sabang. Dukungan mesin dari Bank Indonesia Aceh mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas produk. (Foto: hariandaerah.com/H).

Selain peningkatan kapasitas produksi, Cokbang juga turut memberdayakan para petani kakao lokal. Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, para petani di bawah binaan Cokbang dilatih untuk menghasilkan biji kakao dengan kualitas premium. Ciri khas biji kakao Sabang ini terletak pada kadar lemaknya yang rendah, hanya sekitar 1,6%, menjadikan cokelat produksi Cokbang lebih tahan lama dan memiliki cita rasa unik dibandingkan cokelat dari daerah lain.

BACA JUGA:  KPA Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Korupsi RS Pratama dan 85 Pustu di Aceh Selatan

Salah satu inovasi menarik yang dilakukan adalah pemanfaatan kulit kakao — yang biasanya terbuang — menjadi teh cokelat. Produk ini tidak hanya menambah variasi olahan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan mendukung prinsip keberlanjutan.

Dalam setahun, Cokbang mampu menjual sekitar 1,7 ton produk olahan cokelat, dengan pendapatan mencapai Rp300–360 juta per tahun. Angka ini menunjukkan daya saing produk lokal yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Melan menceritakan, perjalanan Cokbang dimulai dari pelatihan yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Sabang beberapa tahun lalu. Dari sana, mereka mulai mengolah biji kakao menggunakan peralatan sederhana sebelum akhirnya mampu berkembang menjadi usaha modern seperti saat ini.

“Dulu kami hanya menggunakan alat seadanya, tapi dari situ kami berkomitmen untuk terus mengolah kakao menjadi produk khas Sabang,” kenangnya.

Dorongan untuk menghadirkan oleh-oleh khas baru selain bakpia dan dodol juga datang dari Pj Wali Kota Sabang saat itu. Pemerintah daerah berharap kehadiran produk cokelat lokal dapat memperkaya identitas Sabang sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga kaya akan cita rasa.

BACA JUGA:  Kurnia Muhadi Pimpin PWI Aceh Tengah Terpilih Melalui KLB

Meski berkembang pesat, tantangan masih dihadapi. Hingga kini, Cokbang masih menempati aset milik Pemerintah Daerah, dan dapur produksinya dinilai perlu diperluas untuk menampung kapasitas yang terus meningkat. Di sisi pemasaran, produk Cokbang masih terbatas di pasar lokal Sabang. Produk dijual melalui gerai utama dan sejumlah toko oleh-oleh, namun sebagian besar belum dilengkapi pendingin ruangan (AC), padahal cokelat mudah meleleh pada suhu di atas 28°C.

Melan berharap, dukungan dari berbagai pihak terus berlanjut agar produk Cokbang dapat menembus pasar nasional, bahkan internasional.

“Kami ingin Sabang dikenal luas sebagai daerah penghasil kakao berkualitas. Cokbang adalah wujud nyata dari cita rasa dan potensi lokal yang layak dibanggakan,” tutup Melan.

Dengan komitmen pada kualitas dan inovasi berkelanjutan, Cokbang kini menjadi simbol kebangkitan industri kreatif Sabang, membuktikan bahwa produk lokal Aceh mampu bersaing di panggung nasional dan dunia.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *