Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Hukrim  

CV Nisa Diduga Kerjakan Jalan Siakabau – Koto Baru Dharmasraya Asal Jadi

Jalan provinsi yang menghubungkan kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dengan Tanjung Simalidu kabupaten Tebo Provinsi Jambi
Jalan provinsi yang menghubungkan kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dengan Tanjung Simalidu kabupaten Tebo Provinsi Jambi. (Foto: Harian Daerah/Erman)

DHARMASRAYA – Jalan provinsi yang menghubungkan kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dengan Tanjung Simalidu kabupaten Tebo Provinsi Jambi mengalami kerusakan parah disebabkan jalan banyak berlobang dan amblas karena labil dimusim hujan terlebih menghadapi arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1446 H ini.

Kerusakan jalan ini sangat dirasakan oleh masyarakat dan pengendara yang melintas, yang harus ekstra hati-hati, terutama saat jalan tersebut sebahagian sedang ada pengerjaan yang dilakukan oleh CV. Nisa.

Warga setempat sering kali berupaya memperbaiki jalan secara gotong royong dengan menimbun pasir, namun upaya tersebut sia-sia karena pasir hanyut terbawa air saat musim hujan.

Saat ini, kondisi jalan semakin memprihatinkan dengan banyaknya lubang yang menggenang saat hujan dan menimbulkan debu saat kemarau.

Diketahui, akses jalan provinsi ini dipenuhi lobang dan aspal yang banyak terkelupas, membuat jalan semakin sempit. Diperkirakan, kerusakan jalan mencapai sepanjang lintas provinsi Sumbar dan Jambi.

Ada perbaikan jalan ini yang dimulai dari Sikabau ke Koto Baru dikerjakan oleh kontraktor CV.Nisa namun di nilai oleh masyarakat kurang efektif dan efisien,sebab jalan tersebut diduga sebahagian tidak dikupas dan rentangan aspalnya juga tanpa dipadati pakai Vibro.

BACA JUGA:  Pemkab Dharmasraya Gerak Cepat Bersihkan Dampak Angin Kencang, Pelayanan di RSUD Tetap Berjalan Normal

Salah satu tokoh masyarakat setempat menanggapi pekerjaan ini diduga asal jadi dan siap tanpa mengacu pada Spekteknis yang telah tertuang pada kontrak kerja.

WhatsApp Image 2025 03 27 at 12.44.48

“Masa pekerjaan ini tidak memakai SoP pekerjaan proyek dan lihat ini jalan yang amblas kok tidak dikupas dulu dan ditimbun pakai aspal saja dan itu juga tidak di padati dengan memakai alat pemadat seperti Vibro,” sebut bapak yang menjadi sumber media ini dan tak mau ditulis namanya.

“Seandainya pemadatnya pakai mobil yang berlalu lalang dijalan ini saja mana efektif dan itu jika hujan tiba kan pori pori aspal itu di isi oleh air dan menembus ke dasar tentu tekanan kendaraan berat akan membuat amblas lagi,” sebutnya lagi.

Ade, sebagai penanggung jawab pekerjaan dari CV Nisa dikonfirmasi oleh media ini hari ini Kamis (27/3/2025) melalui kontak person dan chating WhatsApp hanya menjawab beliau tidak dilapangan dan sibuk di kebun.

BACA JUGA:  Jalan Kabupaten Dharmasraya Rusak Parah, Warga Protes dan Menunggu Tindakan Pemerintah

“Saya lagi dikebun Pak dan tidak dilapangan”, sebut Ade sebagai penanggung jawab pekerjaan tersebut mengonfirmasi hariandaerah.com.

Melalui unggahan lewat WhatsAppnya Ade menyebutkan, “mana jalan yang dihampar tersebut akan dipadati pakai Vibro dan pekerja saya sedang saya istirahat kan dulu,” sebutnya.

Namun, penilaian masyaraka setempat, jalan yang telah dipadati oleh mobil berat yang berlalu lalang dan tanpa pakai rambu-rambu itu tidak bisa di rehab atau dipadati ulang.

“Mana bisa jalan yang sudah dipadati mobil berat yang berlalu lalang kok bisa direhab ulang? dan jawaban nihil aja,” ujar sumber ini lagi.

Sesampai berita ini diterbitkan, UPTD Wilayah V BMKCR Provinsi Sumatera Barat belum menanggapi permasalahan ini dan belum dapat dikonfirmasi.

Kondisi jalan ini membuat masyarakat resah dan berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera melakukan kroscek kelokasi Proyek.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *