ACEH UTARA – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Gampong Dayah Meunara, Kecamatan Kutamakmur, pada Selasa, 13 Mei 2025. Di hari yang penuh makna ini, Syamsyiah, seorang ibu tangguh yang membesarkan anak yatimnya seorang diri, menerima satu unit rumah layak huni sebagai bentuk kepedulian sosial dari Barisan Muda Ummat (BMU) dan Wanita Peduli Ummat (WPU). Bantuan kemanusiaan ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum BMU, Tgk. H. Muhammad Yusuf M. Nasir, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abiya Jeunieb, di hadapan tokoh masyarakat dan warga setempat.
Acara penyerahan dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh, Waled Dayah, Geuchik, Imum Mukim, Imum Gampong, Perangkat Gampong, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Kehadiran Abiya Jeunieb menjadi magnet tersendiri bagi warga, mengingat kiprahnya dalam aksi-aksi kemanusiaan di Aceh.
Dalam sambutannya, Abiya mengungkapkan bahwa pembangunan rumah ini tidak melibatkan pengajuan proposal atau bantuan instansi, melainkan murni hasil dari kepedulian sesama. “Rumah ini dibangun tanpa proposal, semuanya karena rasa kepedulian dan semangat saling menolong. Total biayanya mencapai Rp63.000.000, dan alhamdulillah bisa selesai dan diserahkan hari ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, di kawasan Buloh Blang Ara dan sekitarnya masih banyak ditemukan rumah-rumah yang tidak layak huni. Kondisi ini menggugah BMU dan WPU untuk terus bergerak membantu masyarakat kurang mampu, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan sedekah rutin Rp10.000 per bulan. Jangan remehkan nilainya. Jika dilakukan bersama-sama dan istiqamah, insyaAllah akan berdampak besar bagi mereka yang membutuhkan,” kata Abiya. Ia mengutip hadist Nabi SAW, “Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya (HR. Muslim),” sebagai pengingat bahwa pertolongan kepada sesama adalah kunci keberkahan hidup.
Proses penyerahan rumah ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh penerima bantuan, Syamsyiah, dan Geuchik Gampong Dayah Meunara, Lukman ZA, serta secara simbolis diserahkan kunci oleh Abiya Jeunieb. Tangis haru menyelimuti keluarga kecil ini yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Geuchik Lukman ZA dalam keterangannya mengucapkan terima kasih kepada BMU dan WPU atas bantuan yang sangat berarti bagi warganya. “Kami sangat terharu dan bersyukur. Semoga ini menjadi amal jariyah dan inspirasi bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Program bantuan rumah layak huni dari BMU dan WPU telah berjalan di berbagai daerah di Aceh. Tanpa gembar-gembor dan formalitas berlebihan, program ini menjadi bukti nyata kepedulian dan solidaritas umat Islam untuk membela yang lemah dan memuliakan anak yatim.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, BMU dan WPU terus menyerukan kepada seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama membangun harapan dan senyum bagi mereka yang selama ini terabaikan.














