SUBULUSSALAM – Kepala Bidang Perikanan Kota Subulussalam Fikri Insani Akbar, S. Pi, turun langsung kelapangan untuk melaksanakan monitoring Program Budidaya Perikanan dengan sistem keramba Jaring Apung di Desa Muara Batu-Batu. Tidak tanggung-tanggung, media keramba ini dicetak dari bahan fiberglass. Dengan daya tahan keramba diperkirakan bisa awet hingga 10 tahun, Selasa (01/11/2022).
“Media budidaya ikan di sungai Sistem Keramba Jaring Apung dengan bahan fiberglass dan berbentuk perahu ini adalah yang pertama di Indonesia”, ucap Fikri Insani yang akrab disapa Bang Lokot kepada Media Harian Daerah, Selasa (01/11/2022).
Mengingat besarnya biaya program ini, kepala Bidang Perikanan mengarahkan kepada Penyuluh Perikanan, termasuk Penyuluh Perikanan Pusat agar dengan serius memberi bimbingan dan arahan kepada pembudidaya ikan di keramba sesuai instruksi Walikota Subulussalam di saat serah-terima bantuan tersebut.
Tantangan bagi program ini adalah derasnya aliran sungai, dimana saat ini di musim penghujan. Selain itu banyaknya material lumpur yang dibawa air sungai, dikuatirkan bisa mengganggu usaha budidaya, komentar Ihsan Dapit, S. Sos, selaku Camat Rundeng.
Saat dikomfirmasi mengenai lumpur tersebut, Kabid Kota Subulussalam menjelaskan bahwa Keramba Fiberglass ini sudah didesain sedemikian rupa agar tidak terjadi pengendapan lumpur yang banyak di dasar keramba.
“Saya siap sedia masuk ke sungai atau keramba untuk mengecek lumpur dan kedalam sungai,” tegasnya.
Bang Lokot menuturkan, sisi belakang dan sisi kiri-kanan keramba sudah diberi lubang agar tidak terjadi pengendapan lumpur yang berlebihan. Selanjutnya, bila lumpur tetap mengendap, maka kita akan carikan solusinya.
“InsyaAllah, program ini akan berhasil jika kita bersama-sama saling mendukung dan saling memberi solusi demi kemajuan usaha perikanan di Kota Subulussalam,” pungkasnya.














