Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Kolam Pemandian Taman Sari Alue Seulaseh Diserbu Pengunjung saat Soft Opening: Destinasi Wisata Keluarga Bernuansa Alam Pegunungan

Berada di kaki Pegunungan Alue Seulaseh, Kolam Pemandian Taman Sari menawarkan keasrian alam dengan udara sejuk khas pegunungan serta hamparan pepohonan hijau yang menenangkan mata. 

IMG 20250609 164505 scaled e1749464245236
Soft opening Kolam Pemandian Taman Sari Alue Seulaseh diserbu pengunjung.

Aceh Barat Daya – Kolam Pemandian Taman Sari yang terletak di Gampong Alue Seulaseh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya, resmi dibuka untuk umum dalam acara soft opening pada, Senin (9/6/2025).

Dalam peresmian awal ini, ratusan pengunjung dari berbagai daerah memadati lokasi yang kini menjelma menjadi destinasi wisata keluarga baru yang ramah anak, menyuguhkan panorama alam pegunungan yang menyejukkan.

Berada di kaki Pegunungan Alue Seulaseh, Kolam Pemandian Taman Sari menawarkan keasrian alam dengan udara sejuk khas pegunungan serta hamparan pepohonan hijau yang menenangkan mata.

Daya tarik utama kolam ini terletak pada sumber airnya yang langsung berasal dari mata air alami, sehingga air kolam terasa sangat segar dan jernih tanpa campuran bahan kimia seperti kaporit yang biasa ditemukan di kolam renang buatan.

Dengan konsep wisata yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan keluarga, pengelola Kolam Pemandian Taman Sari menyediakan berbagai fasilitas penunjang.

Di antaranya adalah kolam dangkal khusus anak-anak, area bermain, gazebo untuk beristirahat, ruang bilas yang bersih, serta petugas penjaga kolam yang siaga memberikan pertolongan pertama bila dibutuhkan.

“Saya senang sekali ada tempat seperti ini di daerah kita. Anak-anak bisa bermain air dengan aman, dan kami orang tua bisa bersantai menikmati alam,” ungkap Aira, salah satu pengunjung asal Blangpidie yang datang bersama keluarganya.

Pengalaman serupa juga dirasakan Husaini, pengunjung asal Meukek yang datang bersama keluarga besarnya. “Airnya segar sekali, dan suasananya benar-benar asri. Tempat ini cocok sekali untuk wisata keluarga maupun komunitas,” ujarnya sambil tersenyum.

Salah satu keunggulan lain dari kolam ini adalah lokasinya yang mudah dijangkau. Hanya sekitar 15 menit dari pusat kota Blangpidie, lokasi Kolam Pemandian Taman Sari sangat strategis karena berada tak jauh dari jalan lintas utama Kabupaten Aceh Barat Daya.

Pengunjung hanya perlu melewati jalan desa menuju lokasi yang aman dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Muhajir T, Direktur Kolam Pemandian Taman Sari, mengatakan bahwa kehadiran kolam ini menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang rekreasi keluarga yang selama ini sangat terbatas.

“Kita melihat kebutuhan masyarakat akan tempat wisata yang aman, sehat, dan edukatif. Kehadiran Kolam Pemandian Taman Sari diharapkan menjadi alternatif unggulan di wilayah Aceh Barat Daya,” jelasnya.

Muhajir juga menegaskan bahwa pembangunan kolam ini dilakukan dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

“Kami menjaga agar sumber mata air tetap bersih dan ekosistem di sekitarnya tidak terganggu. Ini adalah bagian dari komitmen kami terhadap lingkungan,” tambahnya.

Fauzan (29), salah satu pengunjung, menyampaikan harapannya agar pengelolaan kolam ini tetap terjaga dan fasilitas terus ditingkatkan.

“Kami sangat menikmati suasana di sini. Semoga ke depan ada penambahan seperti kantin, musala yang lebih besar, dan area parkir yang lebih luas,” katanya.

Selain menyasar wisata keluarga, pengelola juga memiliki visi untuk menjadikan Kolam Pemandian Taman Sari sebagai lokasi wisata edukasi.

“Kami ingin menghadirkan wisata yang bukan hanya menyenangkan tapi juga memberikan nilai edukasi. Anak-anak bisa belajar pentingnya menjaga alam, khususnya air, sebagai sumber kehidupan,” kata Muhajir.

Tidak jauh dari lokasi kolam, terdapat situs alami bernama Pucok Krueng, yang secara harfiah berarti “hulu sungai”. Tempat ini tak hanya menjadi sumber mata air alami bagi kolam pemandian, tetapi juga menyimpan kisah legenda yang turun-temurun diceritakan masyarakat.

Menurut Taufik, seorang tetua di Gampong setempat mengisahkan, legenda Pucok Krueng berkaitan dengan sosok Putro Aloh, seorang putri cantik yang konon gemar mandi di hulu sungai tersebut.

Kisahnya melibatkan pemuda bernama Teungku Malem Diwa yang mengikuti sayembara untuk memetik hati sang putri, dengan tantangan memanjat pohon pinang setinggi awan.

Legenda ini turut memperkaya nilai budaya kawasan tersebut, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga nuansa sejarah dan budaya lokal.

“Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga bisa belajar tentang asal-usul nama tempat dan budaya yang melekat di dalamnya,” kata Taufik.

Meski baru saja dibuka, pengelola Kolam Pemandian Taman Sari telah menyusun sejumlah rencana pengembangan.

Beberapa fasilitas yang akan ditambahkan ke depannya antara lain wahana air seperti seluncuran mini, kolam arus, taman edukasi air, serta pembangunan kafe keluarga, musala yang lebih luas, dan lahan parkir yang lebih nyaman.

“Kami optimis dengan antusiasme masyarakat hari ini. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas pelayanan,” tegas Muhajir.

Dengan perpaduan konsep alami, nuansa pegunungan yang menyegarkan, fasilitas ramah anak, serta nilai edukatif yang diusung, Kolam Pemandian Taman Sari di Alue Seulaseh tak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga bagian dari pengembangan wisata berkelanjutan di Kabupaten Aceh Barat Daya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *