Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

KORMI Brebes Tancap Gas: Satu Desa Satu Instruktur Senam dan Ensiklopedia Empat Bambu Segera Hadir

IMG 20260812 180406 scaled
Ketua KORMI Brebes Fajar Adi Widiarso usai dilantik di Pendopo Kabupaten Brebes, Rabu (12/8/2026). KORMI siap memasyarakatkan olahraga hingga ke desa-desa sekaligus melestarikan budaya olahraga tradisional daerah.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Fajar Adi Widiarso resmi kembali memimpin Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Brebes untuk periode 2026–2030. Pelantikan digelar di Pendopo Kabupaten Brebes, Rabu (12/8/2026), sekaligus melantik pengurus Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) yang diketuai Dadan Hardiana Agustina, S.H., M.Kn.

Suasana penuh semangat mewarnai acara tersebut. Di bawah kepemimpinan Fajar Adi Widiarso, KORMI Brebes langsung menancapkan arah gerak: memasyarakatkan olahraga hingga ke pelosok desa.

“KORMI adalah mitra pemerintah dalam olahraga dan kebudayaan, karena di sinilah akar budaya dan rakyat berada. Kami berjalan sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Brebes,” ujar Adi usai pelantikan.

BACA JUGA:  Azmi Asmuni Majid: Luruskan Niat dan Jaga Kesehatan, Wujudkan Haji Mabrur

Salah satu program unggulan adalah Satu Desa Satu Instruktur Senam. Saat ini sudah tercatat 100 instruktur, dan akan ditambah sekitar 200 orang lagi agar setiap desa memiliki minimal satu tenaga pelatih.

“Dengan adanya instruktur di setiap desa, kami ingin masyarakat bisa beraktivitas positif dan menjaga kesehatan. Jika masyarakat sehat dan bahagia, maka akan semakin sejahtera dan produktif,” jelasnya.

KORMI juga memprioritaskan pelestarian olahraga tradisional. Permainan khas Brebes, Empat Bambu, akan didokumentasikan dalam bentuk ensiklopedia agar tetap dikenal dan menjadi kebanggaan daerah.

BACA JUGA:  Hantam Tuan Rumah Vasifik VC Dipartai Final, NC13 VC Kembali Koleksi Trophy Juara I secara "Quattrick"

Selain itu, Adi menyampaikan rencana memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Brebes dengan lomba olahraga tradisional yang melibatkan seluruh desa. Langkah ini diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat masyarakat terhadap warisan leluhur.

“Kami terus menyusun peta jalan agar program berjalan terstruktur dan berkelanjutan. Harapannya, olahraga menjadi gaya hidup masyarakat Brebes yang sehat, cerdas, dan berbudaya,” pungkas Fajar Adi Widiarso.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *