Pringsewu, Hariandaerah.com – Polres Pringsewu kembali menunjukkan peran strategisnya, tak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui peluncuran program inovatif bertajuk #SeruputMadu, Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra memformulasikan pendekatan baru dalam mendukung pelaku UMKM, khususnya sektor produksi madu murni.
Acara yang digelar pada Sabtu malam (29/6/2025) di Dekranasda Café (Dekrafe), Rest Area Pekon Wates, Gadingrejo, ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan produk, tetapi juga menjadi ruang dialog antara aparat, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
“Inisiatif ini lahir dari pengalaman personal saya saat menikmati madu langsung dari sarangnya. Ada sensasi unik yang tak didapatkan dari madu dalam kemasan,” ujar AKBP Yunnus dalam sambutannya. “Dari situ saya berpikir, mengapa pengalaman ini tidak dibuka untuk masyarakat luas sebagai bagian dari promosi rasa dan pengalaman lokal?”
Gagasan tersebut kemudian dikemas dalam format kampanye #SeruputMadu, yang menghadirkan konsep ‘rasa lokal, nilai nasional’. Dengan harga terjangkau, masyarakat diajak untuk menikmati madu otentik khas Pringsewu secara langsung, sekaligus mendukung eksistensi UMKM seperti Omah Tawon Mataram.
Kapolres menambahkan, potensi madu lokal sangat besar apabila dikembangkan secara tepat, baik dari sisi kualitas produk, narasi pemasaran, maupun pengalaman konsumen.
“Bayangkan saja, sensasi seperti ini di Jakarta bisa dihargai berkali lipat. Namun di sini, masyarakat bisa menikmatinya hanya dengan Rp10 ribu. Ini bentuk keadilan ekonomi sekaligus peluang besar,” tegasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas yang menyampaikan apresiasi atas peran aktif Polres dalam mendukung penguatan ekonomi kreatif.
“Keberpihakan Polres terhadap UMKM merupakan energi baru bagi ekosistem ekonomi daerah. Kami sadar bahwa Pringsewu bukan daerah dengan kekayaan alam luar biasa seperti laut atau pegunungan. Namun, kreativitas adalah sumber daya utama kami,” ungkap Bupati.
Menurut Riyanto, dengan pendekatan inovatif seperti ini, madu lokal bukan hanya berfungsi sebagai komoditas, tetapi bisa naik kelas menjadi ikon ekonomi, bahkan destinasi wisata edukatif.
“Saya sudah menyampaikan kepada pengelola Omah Tawon agar tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah melalui edukasi, wisata, dan diversifikasi produk,” tambahnya.
Peluncuran #SeruputMadu turut menghadirkan sejumlah tokoh publik, di antaranya Putri Indonesia Pariwisata 2023 Lulu Zaharani, serta influencer nasional, yang berfungsi sebagai penguat promosi melalui kanal digital.
Program ini juga dirancang sebagai bentuk sinergi lintas sektor—menghubungkan kepolisian, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga komunitas digital—dalam satu semangat: menjadikan produk lokal sebagai kekuatan ekonomi dan identitas daerah.
Di akhir sambutannya, Kapolres Pringsewu menegaskan bahwa peran kepolisian dalam pembangunan tidak sebatas pada aspek keamanan, melainkan mencakup pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Lewat #SeruputMadu, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar pengawas. Ketika UMKM kuat, maka masyarakat pun berdaya,” tutupnya. (Vit)








