Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pembagian Beras Tahap II di Kecamatan Langsa Lama Hampir 100 Persen

IMG 20251225 215904
Camat Langsa Lama, Yundi Mauliza bersama Danramil dan Kapolsek saat monitoring pembagian bantuan beras di Gampong Baru, Kecamatan setempat. (Foto:hariandaerah.com/Sukma).

KOTA LANGSA – Program bantuan langsung pangan (BLP) dari Pemerintah Kota (Pemko) Langsa kini memasuki tahap ke-II. Dimana 55.963 kepala keluarga (KK) mendapatkan bantuan karena terdampak banjir dan tanah longsor.

Untuk Kecamatan Langsa Lama, pembagian beras tahap II ini sudah mencapai hampir 100 persen dari total penerima sebanyak 9.504 KK, hingga Kamis (25/12/2025).

Camat Langsa Lama, Yundi Mauliza S.STP MM menyampaikan, sampai Kamis hari ini pembagian beras tahap II dalam wilayahnya sudah diterima oleh 8.411 KK.

“Alhamdulillah, pembagian beras sampai tahap II di wilayah Kecamatan Langsa Lama sudah berjalan hampir 100 persen, hanya di beberapa desa saja yang belum tuntas,” ucap Yundi Mauliza kepada hariandaerah.com.

IMG 20251225 215923
Monitoring Forkopimcam Langsa Lama di Desa Pondok Kemuning, Desember 2025.

Lebih lanjut Yundi mengatakan, mulai pembagian BLT sampai BLP tahap II ini masyarakat sangat antusias untuk datang ke kantor desa masing-masing mengambil bantuan dari Pemko Langsa tersebut.

BACA JUGA:  Perubahan APBK Langsa 2025 Disahkan: Pembiayaan Netto Sebesar 38 Miliar

“Masyarakat sangat antusias menerima bantuan ini. Terima kasih bapak Wali Kota Langsa Jeffry Sentana, karena dengan bantuan ini dapat meringankan hidup warga pasca banjir akhir november lalu,” kata Yundi.

Camat Langsa Lama ini juga mengatakan, bahwa Geuchik dan aparatur desa juga sudah sangat baik dalam pendistribusian BLT dan BLP ke masyarakatnya.

“Dalam pendistribusian sudah berjalan baik, begitu juga dengan laporan pertanggung jawaban masing-masing desa untuk Pemko Langsa,” sebutnya.

BACA JUGA:  Buka Musrenbang, Bupati Asahan Minta Pedomani 10 Program Prioritas dalam Renstra

Selain BLT dan BLP, Pemko Langsa sebelumnya juga sudah memberikan bantuan kepada masyarakat melalui aparatur desa seperti sembako untuk dapur umum dan sembako bagi masyarakat miskin ektrim.

“Semoga bantuan BLT dan BLP yang sudah diterima dapat digunakan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup pasca banjir dan tanah longsor,” ungkap Yundi Mauliza.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *