KOTA LANGSA – Sindrom Nefrotik adalah salah satu jenis penyakit ginjal pada anak-anak dan orang dewasa yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada ginjal yang disebabkan oleh kadar protein di dalam urine meningkat.
Tingginya kadar protein tersebut disebabkan oleh kebocoran pada bagian ginjal yang berfungsi menyaring darah (glomerulus).
Salah satu pengobatan penyakit kronis yang banyak digunakan adalah tindakan Hemodialisa (HD) atau cuci darah bagi pasien yang mengalami Sindrom Nefrotik. Namun, biaya prosedur ini tidaklah murah, berkisar antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk satu kali tindakan.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir memberikan harapan kepada seluruh rakyat Indonesia dalam mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus pusing memikirkan biaya yang besar.
Manfaat hadirnya JKN terbukti sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi peserta JKN yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara rutin. Terutama bagi Aldya Dwi Rizky Hasibuan (25) warga Kota Langsa, JKN menjadi penyelamat dalam membantunya menjalani prosedur cuci darah secara rutin.
“Gejala awalnya terjadi pembengkakan di perut, demam dan sempat muntah darah juga. Setelah saya melakukan pemeriksaan, saya divonis syndrom nefrotik atau kebocoran pada ginjal yang membuat saya harus melakukan cuci darah setiap minggunya,” ucap Aldya Dwi Rizky Hasibuan pada Januari lalu.
Penderita syndrom nefrotik (kebocoran ginjal) ini mulai cuci darah tahun 2020. Dalam 1 minggu menjalani dua kali cuci darah, yakni pada hari Senin dan hari Kamis.
Aldya Dwi Rizky merasa beruntung karena pemerintah telah menghadirkan JKN di tahun yang sama ia mengidap gagal ginjal. Karena sudah menjadi peserta JKN aktif, ia terlindungi JKN dari ketidakpastian biaya berobat.
Jika pengobatan cuci darah ini tidak dijamin oleh Program JKN, Aldya mengaku tidak tahu seberapa banyak biaya yang harus dikeluarkannya hingga saat ini.
Ia mengatakan sampai dengan hari ini, terhitung sudah hampir 5 tahun dirinya menggunakan JKN untuk cuci darah dan tidak ada biaya apapun yang harus dibayar jika datang ke rumah sakit. Semua obat yang dibutuhkan juga tersedia di rumah sakit.
“Saya tahu untuk sekali tindakan biayanya bisa menghabiskan ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah. Jadi bisa dibayangkan kalau harus dua kali cuci darah dalam seminggu akan sebanyak apa uang yang harus saya keluarkan kalau tidak terdaftar sebagai peserta Program JKN,” kata Aldya.
Selama menjalani proses pengobatan Aldya juga merasa diberikan fasilitas dan pelayanan yang baik, mulai dari administrasi hingga pelayanan oleh tenaga medis, semuanya memberikan pelayanan yang baik tanpa diskriminasi.
“Untuk pelayanan saya kembali dibuat kagum dan puas, karena jujur saya sangat merasakan diberi kemudahan saat melakukan kepengurusannya,” ujarnya.
Selama menjalani cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa ia dilayani dengan sangat baik oleh semua tenaga kesehatan yang ada. Apalagi dirinya aktif menggunakan BPJS untuk cuci darah setiap minggunya.
Aldya tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena sudah menyelenggarakan program yang luar biasa ini. Ia berharap kedepannya semakin banyak orang yang sadar pentingnya terdaftar dalam JKN.
“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan Program JKN dengan baik. Program JKN ini sangat membantu dan begitu penting, terutama bagi mereka yang membutuhkan perawatan medis rutin dan mahal,” tutur wanita muda ini penuh senyuman.
“Semoga BPJS Kesehatan terus berjalan dan semakin jaya untuk membantu pasien cuci darah yang sedang berjuang sembuh seperti saya,” pungkas Aldya.














